batampos – Awal tahun kembali menjadi momentum meningkatnya arus pendatang ke Kota Batam. Harapan memperoleh pekerjaan di kawasan industri mendorong ribuan warga dari berbagai daerah datang dan mengurus administrasi kependudukan untuk menetap di Batam.
Pantauan Batam Pos di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Jumat (26/12), sejumlah warga tampak mengurus surat pindah datang. Mayoritas pendatang mengaku baru tiba di Batam pada penghujung tahun dan memilih mengurus dokumen kependudukan di awal tahun guna mempermudah pencarian kerja.
“Biasanya awal tahun banyak perusahaan membuka lowongan kerja. Makanya kami datang sekarang,” ujar Imron, salah seorang pendatang.
Baca Juga: Penikaman Rekan Kerja di Tanjung Uncang, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara
Hal senada disampaikan Yudi. Ia mengaku baru tiba di Batam dan langsung mengurus surat pindah serta KTP Batam. Menurutnya, kepemilikan identitas kependudukan Batam dinilai penting sebagai syarat administratif melamar pekerjaan.
“Katanya kalau sudah KTP Batam lebih cepat dapat kerja, jadi langsung diurus,” katanya.
Data Disdukcapil Kota Batam mencatat, sepanjang tahun 2025 arus pendatang masih tergolong tinggi. Sebanyak 98.915 jiwa tercatat masuk ke Batam melalui 56.635 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI). Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan penduduk yang pindah keluar Batam, yakni 70.945 jiwa.
Baca Juga: Stimulus Diskon Tiket Pelni Picu Lonjakan Penumpang, Batam Jadi Simpul Penting Pelayaran
Kepala Disdukcapil Kota Batam, Sri Miranthy Adhisty, mengatakan peningkatan pendatang pada awal tahun merupakan pola yang hampir selalu berulang. Momentum pembukaan lowongan kerja di sektor industri dan jasa menjadi faktor utama perpindahan penduduk.
“Awal tahun memang biasanya terjadi peningkatan pendatang. Banyak yang datang untuk mencari pekerjaan, ikut keluarga, atau karena penugasan kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, status Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan masih menjadi magnet kuat, terutama bagi masyarakat dari Pulau Sumatera dan Jawa. Dari total pendatang tahun ini, perempuan mendominasi dengan 77.942 orang, sementara laki-laki 20.973 orang.
Berdasarkan wilayah tujuan, Sekupang tercatat sebagai kecamatan dengan pendatang terbanyak, yakni 17.451 surat datang, disusul Sagulung 17.329 surat, Batam Kota 14.635 surat, Batuaji 11.076 surat, dan Bengkong 10.058 surat.
Sementara untuk perpindahan keluar Batam, kecamatan padat penduduk juga mendominasi. Sagulung mencatat 11.459 surat pindah, diikuti Batam Kota 11.321 surat, dan Sekupang 10.076 surat pindah.
Adhisty menegaskan, Disdukcapil tetap menerapkan verifikasi ketat terhadap setiap pengurusan administrasi kependudukan, terutama saat lonjakan permohonan di awal tahun.
“Kami pastikan semua berkas diverifikasi secara detail agar data kependudukan tetap valid dan akurat,” tegasnya.
Tingginya arus pendatang di awal tahun menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kota Batam. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk dengan penyediaan lapangan kerja, layanan publik, serta infrastruktur dasar agar pertumbuhan ekonomi berjalan seimbang. (*)
Editor : Jamil Qasim