Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BP Batam Gelontorkan Rp244,8 Miliar untuk Pembangunan Jalan Strategis di 2026

Arjuna • Selasa, 6 Januari 2026 | 13:37 WIB
Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan
Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan

Batampos -  Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan anggaran sebesar Rp244,8 miliar untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan strategis di 2026 ini. Program ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas kawasan industri sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah titik vital di Kota Batam.

Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, mengatakan sedikitnya ada empat ruas jalan utama yang masuk dalam program pembangunan dan peningkatan kapasitas jalan tahun depan. Dari jumlah tersebut, dua proyek telah berkontrak dan mulai dikerjakan pada Januari 2026.

“Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya BP Batam dalam mendukung kelancaran arus logistik, mobilitas masyarakat, serta meningkatkan daya saing kawasan industri,” ujar Taofan, Senin (5/1/2026).

Salah satu proyek utama adalah peningkatan Jalan Gajah Mada yang membentang dari Landing Point Fly Over hingga Simpang Laluan Madani sepanjang sekitar 1,3 kilometer. Jalan ini merupakan lanjutan Fly Over Sei Ladi–Simpang Laluan Madani (Fly Over Simpang Jam) dan akan dikembangkan menjadi enam lajur dua arah, dengan masing-masing sisi memiliki tiga lajur.

Baca Juga: Lonjakan Penumpang Internasional Nataru Naik 22 Persen, BP Batam Siap Hadapi Lebaran 2026

Proyek Jalan Gajah Mada tersebut telah dikontrakkan dengan nilai Rp140 miliar dan mulai dikerjakan pada Januari tahun ini.

Selain itu, BP Batam juga akan membangun Jalan R Suprapto pada ruas Simpang Batamindo–DAM Mukakuningsepanjang kurang lebih 1,4 kilometer. Jalan ini merupakan lanjutan dari Simpang Batamindo–Rusun Mukakuning dan dirancang menjadi empat lajur dua arah. Proyek ini telah berkontrak dengan nilai anggaran Rp50,8 miliar.

Tak hanya itu, BP Batam juga menyiapkan pembangunan jalan di kawasan industri yang saat ini masih dalam tahap perencanaan. Di antaranya, jalan kawasan industri Tanjung Gundap sepanjang sekitar 1,7 kilometer dengan alokasi anggaran Rp27 miliar, serta jalan kawasan industri Kabil sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dengan nilai anggaran yang sama, yakni Rp27 miliar.

Taofan menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas kawasan industri, mendorong masuknya investasi, serta meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa di Batam.

“Dengan infrastruktur yang memadai, kami optimistis aktivitas ekonomi dan industri di Batam akan semakin tumbuh dan kompetitif,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#bp batam #Pembangunan Jalan Strategis #Program Pembangunan Batam 2026