Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tongkang Tanpa Awak Hanyut di Pulau Raja Nongsa, Warga Pesisir Resah

Muhammad Syaban • Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:45 WIB
Tongkang tua tanpa awak terlihat hanyut mendekati permukiman nelayan di Pulau Raja, Kecamatan Nongsa, Batam. F. kiriman warga untuk Batam Pos
Tongkang tua tanpa awak terlihat hanyut mendekati permukiman nelayan di Pulau Raja, Kecamatan Nongsa, Batam. F. kiriman warga untuk Batam Pos

batampos – Warga pesisir Pulau Raja, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, dibuat resah oleh kemunculan tongkang tua tanpa awak yang hanyut dan mendekati kawasan permukiman nelayan, Sabtu (10/1) pagi.

Tongkang bernomor KPS 1203 SC 4691 itu pertama kali terlihat sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi kosong, tanpa muatan maupun awak kapal. Keberadaannya menimbulkan kekhawatiran karena kapal besar tersebut tidak terkendali dan berpotensi menabrak rumah panggung nelayan di sepanjang garis pantai.

Salah seorang nelayan setempat, Bidin, mengatakan tongkang tersebut terlihat saat ia hendak melaut. Puluhan warga sempat berkumpul memantau pergerakan kapal yang hanyut mengikuti arus laut.

“Baru kali ini saya melihat tongkang tanpa satu orang pun di dalamnya. Kami khawatir kalau sampai menabrak rumah nelayan karena tidak ada yang mengendalikan,” ujar Bidin kepada Batam Pos.

Menurutnya, meski perairan Pulau Raja kerap dilintasi tongkang, jalur pelayaran normal berada lebih ke tengah laut. Masuknya kapal hingga mendekati permukiman dinilai sudah keluar dari jalur aman.

“Kalau sudah masuk ke sini, itu bukan jalurnya lagi. Rumah warga di sini semuanya rumah kayu di pinggir laut. Sangat berbahaya kalau sampai kandas atau menghantam rumah,” katanya.

Bidin menduga tongkang tersebut terbawa arus laut dan angin utara yang bertiup cukup kencang. Berdasarkan arah pergerakannya, kapal diperkirakan datang dari arah Kabil.

“Dilihat dari arah angin dan posisinya, kemungkinan besar tongkang ini datang dari Kabil,” jelasnya.

Hingga saat ini, warga belum mengetahui pemilik tongkang maupun tujuan awal kapal sebelum hanyut. Kondisi kapal yang sudah tua menambah kekhawatiran karena berpotensi mengganggu daerah tangkapan ikan dan membahayakan keselamatan warga pesisir.

“Itu tongkang tua. Dipakai untuk apa kami juga tidak tahu. Tiba-tiba saja sudah ada di sini,” tambah Bidin.

Warga mengaku telah berkoordinasi dengan Syahbandar Kabil untuk meminta penanganan. Namun, hingga Sabtu pagi, pihak syahbandar menyatakan belum menerima laporan adanya tongkang yang lepas atau hanyut.

“Kami sudah konfirmasi ke Syahbandar Kabil. Mereka bilang belum ada laporan tongkang lepas, tapi masih mencoba menghubungi pemilik kapal,” tutupnya. (*)

Editor : M Tahang
#tongkang