Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Warga Sengkuang Krisis Air Bersih, Amsakar Minta Solusi Jangka Pendek Dipercepat

Abdul Azis Maulana • Minggu, 11 Januari 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi air mati.
Ilustrasi air mati.

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menginstruksikan penanganan teknis segera untuk mengatasi krisis air bersih yang masih dialami warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Batam.

Amsakar menegaskan penanganan tidak berhenti pada laporan, tetapi dilanjutkan dengan turun langsung ke lapangan bersama jajaran teknis agar solusi jangka pendek segera berjalan.

“Saya tidak hanya menerima laporan. Kita turun langsung supaya penanganannya tepat dan komunikasinya jelas,” ujar Amsakar, Sabtu (10/1).

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar membawa Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirai,t serta Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan (Fasling) BP Batam, Iyus Rusmana. Ia meminta seluruh persoalan teknis dikomunikasikan langsung dengan pejabat dan profesional yang menangani bidang tersebut.

“Untuk urusan teknis dan kerusakan, ini dulu yang harus ditangani. Saya sudah membawa direktur ke sini, silakan dikomunikasikan secara teknis,” tegasnya.

Menurut Amsakar, pembagian peran menjadi kunci dalam penyelesaian persoalan publik. Pimpinan bertugas pada tataran kebijakan makro, sementara penanganan teknis berada di tangan pejabat dan tenaga profesional.

“Ada urusan makro dan ada yang mikro. Yang teknis harus langsung ke ahlinya,” katanya.

Amsakar mengakui perbaikan sistem air bersih di Tanjung Sengkuang belum dapat dilakukan secara permanen dalam waktu dekat. Kendala instalasi dan faktor musim masih memengaruhi distribusi air. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga pasokan minimal agar warga tidak kembali mengalami kondisi tanpa aliran air.

“Penyelesaian ini memang belum permanen karena masalah sistem. Tapi jangan sampai warga tidak dapat air sama sekali. Suplai harus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa keluhan warga sebelumnya telah ia dengar langsung saat bertemu sekitar 20 warga Tanjung Sengkuang dalam sebuah kegiatan di Kabil. Saat itu, Amsakar langsung menghubungkan warga dengan BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) untuk penanganan cepat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, krisis air bersih paling dirasakan warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Tanjung Sengkuang. Wilayah terdampak meliputi RW 01 RT 01, 02, 03, dan 05 serta RW 02 RT 01, 02, dan 03. Selama ini, warga kerap menunggu aliran air hingga dini hari untuk menampung air bertekanan kecil, sementara kebutuhan harian masih bergantung pada suplai mobil tangki dari PT ABH. (*)

Editor : M Tahang
#Tanjung Sengkuang #krisis air bersih