batampos – Daya tarik Batam sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) kembali mendapat pengakuan internasional. Kota industri dan pariwisata ini dipilih Perbadanan Tabung Pendidikan Tinggi Nasional (PTPTN) Malaysia sebagai lokasi pertemuan strategis korporasi, menegaskan peran Batam sebagai salah satu pusat MICE unggulan di kawasan regional.
Rombongan PTPTN Malaysia disambut langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardi Winata, bersama Ketua Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri, Novianto, serta Founder Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI), Surya Wijaya, Jumat (23/1/2026).
Sebanyak 15 orang delegasi PTPTN Malaysia dijadwalkan mengikuti rangkaian agenda perusahaan, mulai dari pertemuan internal hingga diskusi strategis, yang dipusatkan di Montigo Resort Batam hingga 26 Januari 2026.
Dalam rombongan tersebut turut hadir Pengurus Besar Kanan PTPTN Malaysia, Wan Zawiyah Binti Wan Abubakar, serta General Manager Media Prima OMNIA, Sanaz Bin Md Azali, yang membawahi sejumlah media besar Malaysia, termasuk TV3.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardi Winata, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Batam sebagai lokasi kegiatan korporasi internasional.
“Kita patut bersyukur karena Batam kini semakin dilirik perusahaan-perusahaan besar dari luar negeri sebagai lokasi pelaksanaan meeting dan agenda korporasi,” ujar Ardi.
Ia menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir Batam tidak hanya berkembang sebagai kawasan industri perkapalan dan manufaktur, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebagai destinasi wisata MICE yang kompetitif.
Menurut Ardi, Batam memiliki keunggulan dari sisi fasilitas dan aksesibilitas. Ketersediaan hotel berstandar internasional, venue pertemuan yang representatif, serta konektivitas yang mudah menjadi faktor penentu.
“Batam memiliki fasilitas hotel yang memadai dan lokasi yang sangat representatif untuk menggelar berbagai kegiatan korporasi dalam industri MICE,” jelasnya.
Sementara itu, Founder ASPABRI, Surya Wijaya, menilai Batam menawarkan daya tarik wisata yang lengkap sehingga memberi nilai tambah bagi kegiatan perusahaan.
“Batam punya paket wisata yang komplit, mulai dari wisata darat, wisata bahari, hingga atraksi pendukung. Ini sangat menjanjikan bagi kegiatan korporasi,” ungkap Surya.
Ketua FJP Kepri, Novianto, juga berharap kunjungan rombongan PTPTN Malaysia yang melibatkan media dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi pariwisata Batam ke pasar internasional.
“Selain meeting, Batam juga kuat di sektor kuliner. Ini bisa menjadi bahan liputan dan konten menarik bagi media Malaysia,” katanya.
Dengan meningkatnya kepercayaan dari institusi dan perusahaan internasional, Batam dinilai semakin mengukuhkan posisinya sebagai hub MICE strategis di Asia Tenggara. (*)
Editor : M Tahang