batampos - Nuansa merah khas Tahun Baru Imlek mulai mendominasi pusat-pusat perbelanjaan di Kota Batam sejak Sabtu (24/1). Menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 mendatang, warga tampak antusias berburu berbagai perlengkapan, mulai dari angpau, perhiasan rumah, hingga kue-kue khas yang sarat makna.
Pantauan Batam Pos di Mall Batam City Square (BCS) menunjukkan deretan angpau Imlek tersusun rapi, mulai dari angpau mika, amplop kain, gantungan kunci bertema shio, hingga pernak-pernik dekorasi rumah bernuansa merah dan emas.
Warna-warna tersebut dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran dalam tradisi Tionghoa.
Imlek sendiri merupakan perayaan Tahun Baru dalam kalender lunar yang dirayakan umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa.
Momentum ini bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga waktu untuk berkumpul bersama keluarga, menghormati leluhur, serta menyambut harapan baru akan rezeki, kesehatan, dan kehidupan yang lebih baik.
Tuty, salah seorang penjaga tenant perlengkapan Imlek di BCS Mall, mengatakan persiapan penjualan sudah dilakukan sejak sebulan terakhir. Setiap tahun, menurutnya, kebutuhan perlengkapan Imlek selalu meningkat jauh hari sebelum hari perayaan.
“Sudah satu bulan kami mulai jualan di sini. Biasanya sampai 16 Februari, sehari sebelum Imlek. Setiap tahun selalu ramai,” ujar Tuty.
Ia menyebut, barang yang paling banyak dicari adalah angpau, hiasan pintu, ornamen rumah, serta pot bunga dan gantungan bertuliskan doa-doa keberuntungan.
Perlengkapan tersebut umumnya digunakan untuk menghias rumah, tempat ibadah, hingga diberikan kepada anak-anak dan kerabat sebagai simbol berbagi rezeki.
Antusiasme serupa datang dari para pengunjung. Jesika, salah seorang warga yang datang bersama keluarganya, mengaku sengaja berbelanja lebih awal agar persiapan Imlek tidak terburu-buru.
“Setiap tahun kami memang belanja dari jauh-jauh hari, sekitar sebulan sebelum Imlek. Supaya tidak kehabisan dan lebih santai pilih-pilihnya,” katanya.
Jesika terlihat membawa sejumlah hiasan rumah, gantungan kunci, serta perlengkapan dekorasi lainnya yang akan dipasang di rumah menjelang malam tahun baru Imlek.
Tak hanya pernak-pernik, suasana Imlek juga terasa dari deretan tenant kue khas Imlek yang mulai bermunculan. Kue-kue tersebut bukan sekadar sajian, tetapi juga memiliki makna simbolis, seperti keberuntungan, umur panjang, dan keharmonisan keluarga.
Icong, salah seorang pedagang kue khas Imlek di BCS Mall, mengaku sudah membuka tenant sejak dua pekan terakhir. Ia menjual berbagai jenis kue tradisional yang selalu dicari setiap menjelang Imlek.
“Setiap tahun menjelang Imlek saya selalu jualan di sini. Sudah dua minggu ini mulai ramai,” ujarnya.
Menurut Icong, kue-kue tersebut biasanya disajikan saat berkumpul bersama keluarga, sebagai suguhan tamu, hingga digunakan dalam tradisi sembahyang dan penghormatan kepada leluhur.
Dengan semakin dekatnya perayaan Imlek, semarak belanja diperkirakan akan terus meningkat. Selain menjadi momentum keagamaan dan budaya, Imlek juga membawa geliat ekonomi tersendiri bagi pelaku usaha musiman di Kota Batam. (*)
Editor : M Tahang