batampos - Perencanaan pembangunan sekolah tersebut telah dipaparkan secara langsung kepada tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut. Pemerintah mempresentasikan konsep kawasan pendidikan terpadu yang dirancang untuk menjawab kebutuhan akses pendidikan di wilayah hinterland Batam.
“Perencanaannya sudah dipaparkan kepada tokoh-tokoh yang hadir dan alhamdulillah warga sangat mendukung,” katanya.
Sekolah Merah Putih dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMK. Keberadaan SMK di wilayah Galang strategis untuk menyiapkan tenaga terampil yang relevan dengan kebutuhan industri dan sektor maritim yang berkembang di Batam.
Amsakar menyebut, pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemko Batam dalam mempersiapkan SDM unggul.
“Saya menekankan bahwa ke depan kita harus mempersiapkan SDM unggul. Dengan begitu, insyaAllah negeri ini akan tetap dijaga oleh anak-anak yang kompeten untuk meneruskan estafet ke depannya,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah akan menyiapkan tahapan teknis lanjutan, termasuk penyusunan detail engineering design (DED), penganggaran, serta koordinasi dengan pemerintah pusat terkait dukungan program dan fasilitasi sarana pendidikan.
Secara nasional, penguatan pendidikan dasar dan vokasi memang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kwmendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek) mendorong peningkatan akses dan kualitas pendidikan, termasuk penguatan pendidikan vokasi yang link and match dengan dunia usaha dan industri.
Pemerintah pusat juga terus mendorong pemerataan sarana pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan wilayah kepulauan. Galang sebagai bagian dari hinterland Batam memiliki tantangan akses dan infrastruktur yang berbeda dibanding wilayah mainland, sehingga pembangunan kawasan pendidikan terpadu diharapkan dapat mempersempit kesenjangan layanan pendidikan.(*)