Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Awal 2026, Penduduk Datang ke Batam Capai 6.810 Jiwa

Rengga Yuliandra • Jumat, 6 Februari 2026 | 18:00 WIB
Warga saat mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos
Warga saat mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mencatat, sepanjang Januari 2026, sebanyak 6.810 jiwa tercatat pindah datang ke Batam, sementara 5.101 jiwa pindah keluar. Data ino menujukkan arus mobilitas penduduk di Kota Batam masih menunjukkan tren tinggi pada awal 2026 ini.

“Di awal tahun 2026, jumlah penduduk yang datang masih lebih tinggi dibandingkan yang pindah keluar,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Batam, Sri Miranthy Adhisty, Kamis (5/2).

Menurut Sri Batam masih menjadi daerah tujuan penduduk dari berbagai wilayah, terutama untuk bekerja dan mencari peluang ekonomi.

Berdasarkan data Disdukcapil, dari total 5.101 jiwa yang pindah keluar, terdiri atas 2.681 laki-laki dan 2.515 perempuan. Sementara penduduk yang pindah datang ke Batam mencapai 6.810 jiwa, terdiri dari 4.115 laki-laki dan 1.434 perempuan, dengan jumlah keluarga (KK) tercatat 5.376.

Mobilitas penduduk tersebut tersebar di seluruh kecamatan. Batam Kota menjadi wilayah dengan angka perpindahan tertinggi. Di kecamatan ini tercatat 852 jiwa pindah keluar dan 937 jiwa pindah datang. Tingginya aktivitas perkantoran, perdagangan, dan jasa disebut menjadi faktor utama.

Kecamatan Sagulung mencatat 822 jiwa pindah keluar dan 1.234 jiwa datang. Disusul Sekupang dengan 730 jiwa pindah keluar dan 1.242 jiwa datang, serta Batu Aji yang mencatat 759 jiwa pindah keluar dan 822 jiwa datang.

Di Bengkong, tercatat 491 jiwa pindah keluar dan 717 jiwa datang. Sementara Lubuk Baja mencatat 348 jiwa pindah keluar dan 290 jiwa datang.

Mayoritas penduduk yang datang ke Batam merupakan usia produktif. Mereka umumnya tertarik bekerja di sektor industri, galangan kapal, jasa, hingga perdagangan.

Meski demikian, Disdukcapil mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepindahan maupun kedatangan untuk tertib administrasi kependudukan.

“Kami mengimbau penduduk yang datang ke Batam segera mengurus administrasi kependudukan. Data yang akurat sangat penting sebagai dasar pelayanan publik dan perencanaan pembangunan,” kata Sri Miranthy.

Ia menambahkan, data kependudukan menjadi rujukan penting di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga penyaluran bantuan sosial.

“Dengan tertib administrasi, pemerintah dapat memastikan seluruh warga memperoleh hak pelayanan yang sama,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di Kantor Disdukcapil Kota Batam, Kamis (5/2), sejumlah warga tampak mengurus surat pindah datang. Mayoritas pendatang mengaku baru tiba di Batam pada akhir tahun dan memilih mengurus dokumen kependudukan di awal tahun guna mempermudah mencari pekerjaan.

“Biasanya awal tahun banyak perusahaan membuka lowongan,” ujar Yadi, salah seorang pendatang.

Hal serupa disampaikan Dika. Ia mengaku baru tiba di Batam dan langsung mengurus surat pindah serta KTP Batam.

“Kalau sudah KTP Batam, katanya lebih mudah melamar kerja, jadi langsung saya urus,” katanya. (*)

Editor : M Tahang
#pendatang #disdukcapil batam