Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Gerakan Batam ASRI Sasar Sampah di 12 Kecamatan dan Waduk Duriangkang

Muhammad Syaban • Rabu, 11 Februari 2026 | 20:00 WIB
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Forkopinda meninjau pembersihan eceng gondok di Duriangkangi, Rabu (11/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Forkopinda meninjau pembersihan eceng gondok di Duriangkangi, Rabu (11/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam resmi menggerakkan Gerakan Masyarakat Batam ASRI dengan mengerahkan lebih dari 5.600 personel untuk membersihkan lingkungan secara serentak di 12 kecamatan. Aksi ini menyasar sampah perkotaan, drainase rawan banjir, kawasan pantai, hingga eceng gondok di Waduk Duriangkang.

Gerakan tersebut diawali dengan apel pencanangan di Dataran K-Square, Batam Center, Rabu (11/2). Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan, Batam ASRI merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar daerah melakukan pembenahan lingkungan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Presiden menekankan agar kota-kota di Indonesia bersih, tertata, dan nyaman. Itu yang sedang kita mulai dari Batam,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan, instruksi Presiden tidak hanya menyoroti persoalan sampah, tetapi juga penataan kota secara keseluruhan, termasuk bangunan liar, kabel semrawut, serta kondisi lingkungan yang mengganggu estetika dan kenyamanan warga.

“Tidak boleh lagi ada sampah yang dibiarkan. Tidak boleh lagi ada bangunan yang merusak keindahan kota. Semua harus kita benahi bersama,” katanya.

Gerakan Batam ASRI dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan dengan fokus berbeda sesuai karakter wilayah. Salah satu prioritas utama adalah pembersihan eceng gondok di Waduk Duriangkang, yang menjadi sumber air baku terbesar bagi Batam.

“Kami masuk dari kawasan Pandan Wangi untuk membersihkan eceng gondok di waduk,” ujar Amsakar.

Dalam kegiatan tersebut, Amsakar turun langsung ke lapangan meninjau pembersihan drainase dan eceng gondok. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.

Selain waduk, kawasan pantai juga menjadi sasaran, terutama pantai-pantai yang terdampak kiriman sampah dan tumpahan minyak akibat angin utara.

“Sekarang musim utara, sampah banyak terbawa arus ke pantai. Ini harus segera dibersihkan agar tidak mencemari lingkungan dan pariwisata,” katanya.

Tidak hanya kawasan alam, Batam ASRI juga menyentuh fasilitas publik dan pusat aktivitas masyarakat, seperti kantor pemerintahan, sekolah, rumah ibadah, ruko, kawasan usaha, hotel, hingga lingkungan kantor kecamatan dan kelurahan.

Drainase yang berpotensi menyebabkan banjir turut menjadi perhatian, termasuk dam dan sumber air yang dinilai berpengaruh terhadap menurunnya debit air di Batam.

“Drainase penyebab banjir dan dam-dam yang berdampak pada debit air juga menjadi fokus kita,” ujarnya.

Ke depan, Pemko Batam berencana menerbitkan edaran wali kota untuk mengatur pelaksanaan Batam ASRI secara rutin, baik mingguan maupun bulanan. Gerakan ini akan melibatkan seluruh unsur, mulai dari ASN, BP Batam, Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha.

Amsakar menegaskan, Batam ASRI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi gerakan kolektif masyarakat.

“Yang kita bangun adalah semangat bersama. Kalau semua bergerak, Batam akan menjadi kota yang lebih bersih, nyaman, dan membanggakan,” katanya.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga suasana kebersamaan dan menghindari narasi yang memecah persatuan. “Dengan kebersamaan, insya Allah Batam akan menjadi lebih hebat ke depan,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
#Gerakan Batam ASRI