batampos – Kota Batam semakin diperhitungkan dalam peta investasi global. Setelah menjadi tujuan investasi sejumlah negara Asia, kini giliran Eropa yang menunjukkan minat serius.
Delegasi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman melakukan kunjungan kerja ke BP Batam, Rabu (11/2), untuk menjajaki peluang investasi di sektor maritim dan industri galangan kapal.
Rombongan dipimpin Koordinator Pemerintah Federal Jerman untuk Ekonomi Maritim dan Pariwisata, Christoph Ploß, dan diterima Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis.
Fary menyatakan, kunjungan tersebut mencerminkan posisi Batam yang kian strategis dalam jaringan ekonomi internasional. Menurutnya, Jerman saat ini tercatat sebagai investor terbesar kedua asal Eropa di Batam setelah Prancis.
“Ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama, terutama di sektor-sektor potensial seperti maritim dan galangan kapal,” ujarnya.
Data BP Batam mencatat, sepanjang 2025 nilai investasi Jerman mencapai Rp120,59 miliar. Investasi tersebut didominasi industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam dengan nilai Rp117,69 miliar.
Selain itu, investasi juga mengalir ke sektor tekstil Rp1,6 miliar, perdagangan dan reparasi Rp738,08 juta, industri logam dasar serta barang logam bukan mesin dan peralatannya Rp303,80 juta, serta sektor jasa lainnya.
Kunjungan ini membuka peluang ekspansi investasi Jerman ke sektor maritim dan galangan kapal—dua bidang yang dinilai prospektif seiring posisi strategis Batam di jalur pelayaran internasional.
BP Batam menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemudahan perizinan dan penyediaan infrastruktur guna menjaga daya saing kawasan.
Sementara itu, Christoph Ploß menyampaikan minat Pemerintah Jerman untuk mendalami potensi kerja sama ekonomi, khususnya dalam pengembangan teknologi maritim dan industri galangan kapal.
Jika terealisasi, kolaborasi tersebut berpotensi mendorong transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, serta memperkuat posisi Batam sebagai hub investasi strategis di kawasan Asia Tenggara. (*)
Editor : M Tahang