Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Krisis Air Bersih Bengkong Batam Masuk Pekan Kedua, Warga Keluhkan Distribusi Tak Menentu

Arjuna • Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos – Krisis air bersih di kawasan Bengkong Kolam, Kota Batam, memasuki pekan kedua tanpa kepastian. Warga terpaksa mengorbankan waktu istirahat demi menunggu air mengalir pada jam-jam tak menentu, bahkan hingga dini hari.

Dalam dua hari terakhir, air sempat mengalir, namun jadwalnya berubah-ubah dan kerap kembali mati saat dibutuhkan. Kondisi ini membuat banyak warga harus berjaga di depan keran hampir sepanjang malam.

“Dua hari ini memang sempat menyala, tapi jamnya tidak karuan. Jam setengah dua pagi saya bangun, keran masih kering. Kami dipaksa jadi ‘penjaga keran’ tiap malam hanya untuk bisa mandi atau sekadar menampung air buat masak,” keluh Arie, salah satu warga.

Ketiadaan air bersih tidak hanya mengganggu kebutuhan mandi dan mencuci, tetapi juga aktivitas dasar lain seperti memasak dan beribadah. Sebagian warga kini bergantung pada air galon atau sisa tampungan yang kualitasnya semakin menurun.

Keluhan semakin memuncak karena gangguan berlangsung berkepanjangan tanpa informasi jadwal distribusi yang jelas. Banyak warga mengaku kesulitan mengatur kegiatan harian karena tidak mengetahui kapan air akan tersedia.

Di tengah situasi tersebut, muncul pula kecurigaan warga bahwa krisis di wilayah mereka berkaitan dengan penanganan gangguan di daerah lain, seperti Tanjung Uma dan Batu Merah. Warga menilai Bengkong kerap menjadi wilayah paling terdampak setiap kali terjadi gangguan distribusi.

Selain itu, imbauan penghematan air yang disampaikan pengelola dinilai tidak relevan dengan kondisi lapangan. Bagi warga, sulit menghemat air ketika pasokan justru tidak tersedia.

Warga mendesak PT Air Batam Hilir memberikan penjelasan transparan terkait penyebab gangguan sekaligus solusi teknis agar distribusi air kembali normal dan merata. Mereka berharap tidak ada lagi wilayah yang harus menanggung dampak paling berat setiap kali terjadi gangguan. (*)

 

 

Editor : Jamil Qasim