Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Hari Kedua Imlek 2577, Nagoya dan Jodoh Batam Masih Lengang, Banyak Toko Tutup

Eusebius Sara • Rabu, 18 Februari 2026 | 15:45 WIB
Pertokoan komplek Bumi Indah Nagoya terlihat sepi dan tutup, dikarenakan sebagian besar pemilik toko libur merayakan Tahun Baru Imlek, Selasa (17/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Pertokoan komplek Bumi Indah Nagoya terlihat sepi dan tutup, dikarenakan sebagian besar pemilik toko libur merayakan Tahun Baru Imlek, Selasa (17/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos –Hari kedua Imlek 2577, kawasan Nagoya dan Jodoh Batam masih lengang. Banyak toko dan ruko tutup karena warga Tionghoa fokus merayakan Imlek bersama keluarga.

Aktivitas perdagangan belum sepenuhnya pulih karena sebagian besar toko dan ruko memilih menunda operasional.

Pantauan di sejumlah ruas jalan utama menunjukkan arus lalu lintas relatif lancar tanpa kepadatan berarti. Deretan ruko di sepanjang kawasan tersebut tampak tertutup, berbeda dengan kondisi pada hari-hari normal yang biasanya dipadati pengunjung dan kendaraan.

Baca Juga: RS Lokal Didorong Berbenah di Tengah Persaingan KEK Kesehatan

Situasi ini dipengaruhi masih berlangsungnya rangkaian perayaan Imlek di kalangan masyarakat Tionghoa. Banyak pemilik usaha memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul bersama keluarga, sehingga kegiatan ekonomi untuk sementara dihentikan.

Along, warga keturunan Tionghoa yang bermukim di Nagoya, mengatakan suasana hari kedua Imlek memang identik dengan silaturahmi keluarga.

“Sekarang masih suasana Imlek. Biasanya kami fokus kumpul keluarga dan saling berkunjung. Toko dan tempat usaha memang banyak yang masih tutup,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi saling mengunjungi sanak saudara menjadi agenda utama pada hari pertama dan kedua Imlek. Selain mempererat hubungan keluarga, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagi doa serta harapan baik di tahun yang baru.

Baca Juga: Tumpahan Limbah B3 di Batam: Perusahaan Pemilik Kapal Terancam Ganti Rugi Lingkungan dan Ekonomi

Aktivitas masyarakat lebih banyak terlihat di kawasan permukiman. Warga bersilaturahmi, menyajikan hidangan khas Imlek, dan menerima tamu dari kerabat maupun sahabat.

Sejumlah pelaku usaha memperkirakan aktivitas perdagangan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan setelah rangkaian kunjungan keluarga usai. Kondisi lengang ini dinilai sebagai siklus tahunan yang lazim terjadi setiap perayaan Tahun Baru Imlek di Batam.

Meski pusat perbelanjaan tampak sepi, suasana kebersamaan di tengah masyarakat justru terasa hangat. Perayaan Imlek bukan hanya momentum budaya, tetapi juga menjadi penguat nilai kekeluargaan dan toleransi di Kota Batam. (*)

 
 
 
Editor : Jamil Qasim