batampos – Tepat setahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra memasuki fase krusial dalam menguji model tata kelola baru di Kota Batam. Untuk pertama kalinya, kepemimpinan pemerintah daerah berjalan seiring penuh dengan otoritas Badan Pengusahaan Batam, membuka peluang percepatan pembangunan sekaligus tantangan menjaga akuntabilitas publik.
Pelantikan pasangan Amsakar–Li Claudia setahun lalu menandai konfigurasi kepemimpinan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Batam. Kendali politik pemerintahan daerah kini menyatu dengan kewenangan strategis Badan Pengusahaan Batam—lembaga yang berperan penting dalam pengelolaan lahan, perizinan investasi, hingga pengembangan kawasan ekonomi.
Integrasi ini bukan sekadar perubahan struktur administratif, tetapi sebuah eksperimen besar tata kelola pemerintahan. Sejak awal, publik menaruh harapan tinggi agar sinergi tersebut mampu mempercepat pelayanan, memperkuat kepastian investasi, dan mengatasi persoalan klasik seperti perizinan lahan dan infrastruktur.
Namun, satu tahun kepemimpinan belum cukup untuk mengukur keberhasilan secara utuh. Bagi Batam, periode awal ini lebih merupakan tahap membangun fondasi kepercayaan—bahwa janji sejarah baru benar-benar bergerak dari wacana menuju realisasi nyata yang dirasakan masyarakat.
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id
Editor : Jamil Qasim