batampos - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan pemerintah pusat kembali menjadi perhatian publik. Di Kota Batam, sejumlah orang tua murid dan pengajar menilai porsi serta menu yang dibagikan selama Ramadan belum sesuai dengan ekspektasi peningkatan gizi siswa.
Keluhan itu muncul setelah hari pertama masuk sekolah usai libur, Senin (23/2). Rasyid, pengajar di SD IT Elyasin, Lubukbaja, mengaku prihatin melihat menu yang diterima siswa.
“Untuk Bapak Prabowo tengok ini, MBG di bulan puasa, biskuit satu, jagung sepotong, sama kurma tiga butir. Itu di porsi kecil,” ujar Rasyid, Selasa (24/2) siang.
Ia menjelaskan, pembagian dilakukan dalam dua kategori, yakni porsi kecil dan porsi besar. Namun perbedaannya dinilai sangat tipis. Pada porsi besar, menu yang diberikan sama, hanya ditambah satu keping biskuit.
“Cuma tambah satu keping biskuit jadi dua biskuit, tiga kurma, satu potong jagung. Ini di SD IT Elyasin,” katanya sembari menunjukkan video pembagian MBG di sekolahnya.