Kesenjangan tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kesiapan generasi muda Kepri menghadapi persaingan global. Apalagi, Kepri dikenal sebagai wilayah perbatasan sekaligus kawasan industri yang terhubung langsung dengan pasar internasional seperti Singapura dan Malaysia.
Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Ririn Warsiti, menilai capaian itu harus menjadi alarm bagi dunia pendidikan di daerah. Menurutnya, penguasaan Bahasa Inggris bukan lagi sekadar mata pelajaran, melainkan kompetensi strategis.
Baca Juga: Optimalkan GASING, Anambas Perkuat Intervensi Cegah Stunting
“Bahasa Inggris adalah kunci untuk membuka peluang beasiswa, studi ke luar negeri, hingga akses informasi dan jejaring global. Kalau nilainya masih jauh di bawah rata-rata nasional, ini harus jadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap metode pembelajaran, kompetensi tenaga pengajar, serta dukungan fasilitas belajar di sekolah. Terlebih, Kepri memiliki karakteristik daerah yang dekat dengan arus investasi dan tenaga kerja asing.
Menurut Ririn, peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris tidak bisa ditunda jika Kepri ingin menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan adaptif di tengah tantangan global.
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id
Editor : Jamil Qasim