batampos – Sejumlah warga Batam mengeluhkan sulitnya mendapatkan uang pecahan baru menjelang Idulfitri. Meski telah mendaftar melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI), banyak masyarakat mengaku tetap tidak memperoleh kuota penukaran.
Zizah, salah satu warga Batam, mengaku kecewa karena usahanya menukar uang pecahan baru tidak berhasil. Padahal, ia sudah menyiapkan uang yang akan dibagikan kepada keluarga dan anak-anak saat Lebaran.
“Sudah daftar di aplikasi, tapi tetap ditolak. Katanya kuota sudah penuh,” ujarnya.
Ia bahkan sempat mendatangi langsung lokasi penukaran uang baru. Namun petugas menolak karena namanya tidak terdaftar dalam sistem pemesanan.
“Saya sudah datang ke tempat antrean, tapi tetap ditolak karena tidak daftar lewat aplikasi,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Novi. Ia mengaku sudah mencoba menukar uang pecahan kecil di beberapa bank di Batam, tetapi pihak bank menyebutkan stok uang baru telah habis.
“Habis semua, katanya stoknya sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Di tengah sulitnya mendapatkan uang pecahan baru secara resmi, Novi justru melihat banyak pihak menawarkan jasa penukaran uang. Namun, biaya tambahan yang diminta dinilai cukup tinggi.
Menurutnya, jasa penukaran tersebut mematok biaya sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu untuk setiap Rp100 ribu uang yang ditukar.
“Gila saja kalau segitu. Saya bingung kenapa mereka bisa dapat uang pecahan baru sebanyak itu,” katanya.
Ia pun mempertanyakan bagaimana pihak-pihak tersebut bisa memperoleh uang pecahan baru dalam jumlah besar, sementara masyarakat umum justru kesulitan mendapatkannya.
Karena kesulitan tersebut, Novi mengaku tidak lagi terlalu berharap bisa menukar uang baru. Ia bahkan mengajak masyarakat untuk tidak menganggap pembagian uang baru saat Lebaran sebagai kewajiban.
“Jangan sampai ini jadi kewajiban setiap Lebaran. Nyari uang barunya saja setengah mati,” ujarnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau memastikan ketersediaan uang layak edar menjelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi PINTAR untuk memesan layanan penukaran uang agar lebih pasti dari sisi waktu dan lokasi.
“Semua area Batam dapat layanan penukaran uang, termasuk wilayah Kepri lainnya. Kami bekerja sama dengan perbankan untuk menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya, Selasa (3/3).
BI bersama sekitar 15 bank juga membuka sejumlah titik layanan penukaran uang, salah satunya pada 9–10 Maret di One Batam Mall.
Melalui skema tersebut, setiap warga dapat menukar uang hingga maksimal Rp5,3 juta per orang.
Menurut Rony, kebutuhan uang pecahan kecil biasanya meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri seiring tradisi berbagi kepada keluarga dan anak-anak.
“Kami pastikan jumlah uang mengikuti kebutuhan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Perbankan juga sudah menyiapkan stok dan distribusinya,” katanya.
BI menilai penggunaan aplikasi PINTAR dapat membantu mengurangi antrean sekaligus memberikan kepastian layanan bagi masyarakat yang ingin menukar uang pecahan baru menjelang Lebaran. (*)
Editor : Jamil Qasim