Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tug Boat Terbalik di PT ASL Batam, Insiden Terjadi Usai Peringatan Menaker Soal K3

Eusebius Sara • Minggu, 8 Maret 2026 | 10:30 WIB

Kapal tug boat Mega terbalik di perairan dekat jetty PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. F. Eusebius Sara/Batam Pos
Kapal tug boat Mega terbalik di perairan dekat jetty PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Tug boat Mega dilaporkan terbalik saat memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta pada Jumat (6/3). Insiden tersebut menewaskan tiga kru kapal dan menyisakan satu korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan galangan kapal tersebut, terlebih karena terjadi tidak lama setelah adanya peringatan dari Menteri Ketenagakerjaan RI terkait keselamatan kerja.

Hingga Sabtu (7/3) siang, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Yusuf Tankin, kru kapal yang menjabat sebagai second engineer. Korban diduga masih terjebak di dalam badan tug boat yang terbalik di perairan dekat jetty PT ASL.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pada malam setelah kejadian tim penyelam sempat mendengar suara ketukan dari dalam badan kapal.

Ketukan tersebut diduga berasal dari korban yang masih hidup dan berusaha meminta pertolongan dari dalam kapal yang terbalik.

Namun proses penyelaman sempat terkendala kondisi perairan di sekitar kapal yang dipenuhi tumpahan minyak dan oli sehingga menyulitkan tim penyelamat.

Setelah beberapa waktu, suara ketukan dari dalam kapal tidak lagi terdengar ketika tug boat tersebut akhirnya tenggelam sepenuhnya.

Sejumlah sumber di lapangan menyayangkan lambatnya penanganan awal saat kejadian. Padahal di area galangan kapal tersedia berbagai peralatan berat seperti crane yang dinilai dapat membantu proses evakuasi kapal dengan lebih cepat.

“Di lokasi galangan sebenarnya tersedia banyak alat untuk membantu evakuasi, namun penanganan dianggap lambat sehingga peluang menyelamatkan korban menjadi kecil,” ujar salah satu sumber di lokasi kejadian.

Dalam insiden tersebut terdapat lima orang kru di atas tug boat Mega. Satu orang kru berhasil selamat, sementara tiga lainnya ditemukan meninggal dunia.

Ketiga korban meninggal yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief engineer, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).

Jenazah ketiga korban telah dievakuasi ke RS Mutiara Aini Batam sebelum akhirnya dipulangkan kepada keluarga masing-masing.

Sementara itu, pencarian terhadap Yusuf Tankin masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Kecelakaan ini menambah daftar insiden kerja di galangan kapal PT ASL. Dalam kurun sekitar satu tahun terakhir tercatat sedikitnya lima kecelakaan kerja di kawasan tersebut, dengan tiga di antaranya merupakan insiden fatal yang menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa paling mematikan terjadi pada 15 Oktober 2025 ketika kapal tanker Federal II terbakar hebat di area galangan. Ledakan di dalam tangki kapal tersebut menewaskan sedikitnya 14 pekerja dan melukai sejumlah lainnya.

Rentetan kecelakaan itu sebelumnya telah menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, bahkan sempat meninjau langsung galangan kapal PT ASL pada 24 Februari lalu untuk memastikan penerapan standar K3 berjalan optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Yassierli menegaskan bahwa kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa tidak boleh kembali terjadi.

“Kita ingin memastikan pekerja bisa bekerja dengan aman. Datang sehat, pulang juga dengan selamat,” tegas Yassierli saat itu.

Namun insiden terbaru ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penerapan standar keselamatan kerja di kawasan galangan kapal tersebut, sekaligus menjadi pengingat atas peringatan pemerintah terkait pentingnya perlindungan keselamatan bagi para pekerja industri maritim. (*)

Editor : M Tahang
#Tug boat Mega #PT ASL Batam