Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Polda Kepri Waspadai Praktik Calo Tiket Selama Mudik Lebaran

Yashinta • Kamis, 12 Maret 2026 | 10:30 WIB

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin bersama Wakapolda dan Irwasda Polda Kepri memberikan pemaparan pada saat rilis akhir tahun di Mapolda Kepri, Selasa (30/12). F Cecep Mulyana/Batam
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin bersama Wakapolda dan Irwasda Polda Kepri memberikan pemaparan pada saat rilis akhir tahun di Mapolda Kepri, Selasa (30/12). F Cecep Mulyana/Batam

batampos – Praktik percaloan tiket menjadi salah satu potensi pelanggaran hukum yang diantisipasi aparat kepolisian selama arus mudik Lebaran 2026. Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menegaskan tidak akan memberi ruang bagi calo yang mencoba mengambil keuntungan dari masyarakat.

Kapolda Kepri, Asep Safrudin, mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran yang terlibat dalam Operasi Ketupat Seligi untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan sejak dini terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum selama masa mudik.

“Potensi itu tentu ada. Karena itu kami sudah memerintahkan sub-satgas, baik dari dapur maupun intelijen, untuk melakukan penyelidikan sejak awal. Jika ditemukan praktik percaloan, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah telah memberikan subsidi pada sejumlah moda transportasi agar masyarakat dapat memperoleh tiket dengan harga terjangkau. Karena itu, jika ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga tiket melalui praktik percaloan, kepolisian akan bertindak tegas.

“Kami ingatkan kepada para calo agar tidak melakukan praktik tersebut. Jika kami temukan, tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membeli tiket melalui perantara yang tidak resmi karena berisiko menjadi korban penipuan.

Dalam pengamanan arus mudik Lebaran, Polda Kepri juga menyiapkan pengamanan melalui Operasi Ketupat Seligi dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait.

Sejumlah objek vital menjadi fokus pengamanan, seperti pelabuhan, bandara, tempat ibadah, hingga lokasi wisata yang biasanya dipadati masyarakat selama libur Idulfitri.

Pengamanan juga difokuskan pada aktivitas keberangkatan kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia yang dalam satu perjalanan dapat mengangkut ribuan penumpang dari Batam.

“Kami pastikan penumpang terdaftar dalam manifest, kapal tidak overload, serta proses keberangkatan berjalan aman dan tertib,” kata Asep.

Ia berharap masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman sehingga dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

“Saya imbau masyarakat tidak membeli tiket dari calo karena sangat merugikan. Jika terbukti ada praktik tersebut, tentu akan kami tindak tegas,” pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim