Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Buka Puasa Kawan Lama Batam, Pererat Silaturahmi dan Berbagi untuk Anak Yatim

Jamil Qasim • Senin, 16 Maret 2026 | 09:30 WIB

HM Soerya Respationo dan H Ismeth Abdullah saat memberikan santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Nur Jannah. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
HM Soerya Respationo dan H Ismeth Abdullah saat memberikan santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Nur Jannah. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Perkumpulan Kawan Lama (Kalam) Batam kembali menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama, sekaligus memberikan santunan kepada 30 anak dari Panti Asuhan Nur Jannah serta dukungan bagi anggota Kalam yang sedang sakit.

Kegiatan bertema “Sahabat Lama–Kenangan Baru, Kebersamaan Itu Ibadah dan Selalu Indah” tersebut digelar di De Patros Harbour Bay, Sabtu (14/3). Suasana acara berlangsung hangat, penuh keakraban, dan keceriaan.

Ketua Kalam Batam, Herman Noor, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar tradisi buka puasa bersama, tetapi juga bentuk kepedulian sosial kepada sesama, khususnya anak-anak yatim.

“Ini bukan sekadar tradisi buka puasa bersama. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan bakti sosial kami kepada anak-anak yatim. Semoga bantuan ini bermanfaat, diterima dengan senang hati, dan menjadi berkah bagi semua,” ujar Herman.

Ia juga meminta doa dari anak-anak panti agar anggota dan para donatur Kalam senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan.

Acara tersebut juga menjadi momen reuni para tokoh Batam yang tergabung dalam Kalam. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain H Ismeth Abdullah, Sri Soedarsono, HM Soerya Respationo, Datok Amat Tantoso, Usep RS, Aida Ismeth, Rudi Tan, Randi Tan, Taba Iskandar, Guntur Sakti, Buralimar, Nur Syafriadi, Rahman Usman, serta tokoh Batam lainnya.

Pendiri Kalam, Soerya Respationo, menegaskan bahwa keberagaman profesi, agama, dan suku di Kawan Lama merupakan kekayaan Batam yang harus terus dijaga.

“Kawan Lama adalah rumah bagi semua yang peduli pada Batam. Di sini kita berdiskusi, bertukar gagasan, dan menyalurkan energi untuk membuat kota ini lebih baik. Silaturahmi ini bukan hanya nostalgia, tetapi juga inspirasi untuk masa depan Batam,” ujar Soerya.

Senada dengan itu, Ismeth Abdullah mengingatkan pentingnya peran anggota Kawan Lama dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan Batam.

“Forum Kawan Lama memberi kesempatan bagi kita untuk memberikan masukan nyata agar kota ini lebih maju, tertata, dan berdaya saing. Kita punya kewajiban ikut membangun Batam dengan pengalaman dan gagasan yang dimiliki,” katanya.

Sementara itu, pengusaha Batam, Datok Amat Tantoso, menilai kegiatan tersebut bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ajang berkumpulnya para tokoh yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan Batam.

“Buka puasa bersama ini lebih dari sekadar reuni. Ini adalah pertemuan orang-orang yang telah berkontribusi membangun Batam. Kami sebagai pengusaha dan putra daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, Batam semakin maju dengan ide-ide yang lahir dari Forum Kawan Lama,” ujarnya.

Usep RS menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang berbagi gagasan demi kemajuan Batam.

Kawan Lama sendiri merupakan forum yang lahir dari Forum 70, yakni wadah berkumpulnya tokoh-tokoh yang berperan dalam pembangunan Batam sejak 1970 hingga 1990. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, pejabat, mantan pejabat, politisi, hingga tokoh masyarakat dari beragam etnis.

Selain aktif menggelar kegiatan sosial, Kalam juga kerap memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah terkait pembangunan daerah.

Usai berbuka puasa, santunan diserahkan kepada anak-anak panti asuhan. Acara kemudian dilanjutkan dengan bincang santai antaranggota yang membahas berbagai gagasan dan strategi untuk mendukung pembangunan Batam ke depan. (*)

Editor : Jamil Qasim