batampos – Menjelang Idulfitri dan libur panjang, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG di Kepulauan Riau, khususnya Batam, dalam kondisi aman. Bahkan, penyaluran ditingkatkan hingga tiga kali lipat untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Sales Branch Manager Kepri Gas Pertamina Patra Niaga, Hanif Pradipta Nur Shalih, mengatakan langkah antisipasi telah disiapkan sejak pertengahan Ramadan.
“Sejak 13 Ramadan sudah ada penyaluran tambahan. Bahkan hari Minggu yang biasanya tidak beroperasi, kini tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, operasional distribusi diperluas, termasuk pada 21 dan 29 Ramadan yang tetap berjalan normal meski bertepatan dengan hari libur.
“Dari sisi penyaluran dan operasional sudah kami maksimalkan. Insyaallah aman untuk mendukung kebutuhan LPG di Batam dan Kepri,” katanya.
Untuk wilayah Kepri, penambahan pasokan mencapai tiga kali lipat dari konsumsi harian normal. Sementara di Batam, penyaluran yang biasanya sekitar 50 ribu tabung per hari meningkat signifikan, dengan tambahan sekitar 155 ribu tabung selama periode 13–29 Ramadan.
Hanif menyebut, meski konsumsi sempat menurun karena sebagian warga mudik, pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan saat arus balik.
“Biasanya arus balik meningkat, itu yang kami antisipasi,” ujarnya.
Terkait LPG subsidi, Hanif menegaskan penggunaannya telah diatur pemerintah dan hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, usaha mikro, nelayan, dan petani.
Sebaliknya, sejumlah sektor usaha seperti restoran, kafe, laundry, peternakan, hingga industri tertentu dilarang menggunakan LPG subsidi.
“Pengawasan rutin kami lakukan, termasuk sidak ke agen dan pangkalan,” katanya.
Namun, untuk penindakan langsung ke pelaku usaha, Pertamina membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
“Perlu dukungan pemda dan stakeholder untuk pengawasan lebih luas,” ujarnya.
Terkait isu penggunaan LPG di dapur MBG, Hanif menyebut hingga kini belum ditemukan pelanggaran di wilayah Kepri.
“Belum ada laporan. Jika ada, tentu akan kami tindak lanjuti,” katanya. (*)
Editor : Jamil Qasim