Batampos - Malam takbiran menjelma menjadi panggung ekspresi kolektif warga di Dataran Engku Putri, Batam, Jumat (20/3/2026) malam. Deretan kendaraan hias bergerak perlahan menyusuri Jalan Engku Putri, membawa simbol-simbol religius dan kultural yang memadukan estetika dengan semangat keagamaan.
Replika masjid berdiri megah di atas bak truk, kapal-kapal mini melambangkan perjalanan spiritual, hingga figur naga hitam dan Alquran raksasa yang mencuri perhatian publik. Di sepanjang rute, warga tumpah ruah, menyaksikan iring-iringan sembari melantunkan takbir, tahmid, dan tahlil yang bersahutan, menciptakan lanskap bunyi yang khas pada malam menjelang Idulfitri.
Pawai takbir ini tidak sekadar menjadi perayaan visual, melainkan representasi disiplin spiritual selama Ramadan menuju euforia kemenangan yang sarat makna sosial. Dalam konteks kota seperti Batam yang heterogen, momentum ini menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat dalam satu narasi kebersamaan.