batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperkuat strategi pembiayaan pembangunan melalui skema inovatif atau creative financing. Langkah ini dilakukan untuk memperluas ruang fiskal di tengah keterbatasan anggaran.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Sekretaris Daerah Batam, Firmansyah, dalam rapat koordinasi nasional yang digelar Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri secara daring, Kamis (26/3).
Rakor membahas perpanjangan waktu penyampaian data dukung dalam proses penilaian pemerintah daerah. Forum ini juga menjadi bagian dari sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.
“Agenda utama terkait perpanjangan pemenuhan dan pengumpulan data dukung sebagai bagian dari proses penilaian,” ujar Firmansyah.
Menurut dia, keikutsertaan Pemko Batam menunjukkan kesiapan daerah dalam memenuhi aspek administrasi serta menyelaraskan kebijakan dengan arah strategis pemerintah pusat.
Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, penguatan kapasitas fiskal menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah.
Creative financing dinilai menjadi instrumen penting untuk memperluas sumber pembiayaan di luar skema konvensional.
“Skema ini memberi fleksibilitas dalam pembiayaan pembangunan sekaligus mempercepat realisasi program prioritas,” katanya.
Selain itu, inovasi pembiayaan juga diharapkan mampu menjawab keterbatasan anggaran dan menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Pemko Batam menargetkan pengelolaan keuangan yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan data yang memadai. (*)
Editor : M Tahang