batampos - Iran disebut membuka peluang untuk menghentikan sementara aktivitas pengayaan uranium sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat.
Iran mengusulkan pembekuan program selama beberapa tahun sebagai bentuk kompromi dalam negosiasi yang hingga kini masih belum menghasilkan keputusan final.
Iran dilaporkan bersedia menghentikan pengayaan uranium selama sekitar lima tahun. Amerika Serikat menuntut penghentian hingga 20 tahun.
Ini sebagai bagian dari kesepakatan untuk meredakan konflik serta mencegah pengembangan senjata nuklir.
Perbedaan besar mengenai durasi penghentian menjadi batu sandungan utama dalam negosiasi.
Baca Juga: Kerusakan Akibat Serangan AS–Israel ke Iran Ditaksir Rp4,6 Kuadriliun
Pembicaraan antara kedua negara yang berlangsung di Pakistan dilaporkan gagal mencapai kesepakatan meskipun sempat mendekati titik temu.
Amerika Serikat tetap bersikeras agar Iran menghentikan program pengayaan dalam jangka panjang. Hal ini mendorong pembatasan ketat terhadap kemampuan nuklir Iran.
Iran menolak tuntutan dengan menawarkan kompromi berupa penghentian sementara. Kemungkinan pengurangan stok uranium yang telah diperkaya.
Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengirim pasukan khusus Amerika Serikat ke Iran untuk merebut persediaan uranium yang diperkaya milik Iran.
Iran menyatakan bahwa mereka terbuka untuk membahas pengurangan tingkat pengayaan dalam negosiasi, tetapi menolak membongkar program nuklir sepenuhnya.
Amerika Serikat bahkan dilaporkan telah melakukan langkah militer berupa blokade terhadap pelabuhan Iran untuk menekan kesepakatan terkait program nuklir.
Belum ada kesepakatan final mengenai penghentian program pengayaan nuklir Iran. Klaim bahwa Iran setuju menghentikan program sebenarnya merujuk pada tawaran penghentian sementara.(*)
Editor : Juliana Belence