batampos – Ketegangan hubungan antara Donald Trump dan Giorgia Meloni kian memanas. Presiden Amerika Serikat itu bahkan mengancam tidak akan membela Italia di tengah perselisihan yang melibatkan isu perang Iran hingga pernyataannya soal Paus Leo XIV.
“Italia tidak ada untuk kita, kita tidak akan ada untuk mereka!” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya, seperti dikutip Anadolu, Jumat (17/4).
Pernyataan keras tersebut muncul setelah hubungan Washington dan Roma memburuk dalam beberapa hari terakhir. Meloni, yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu dekat Trump, kini berselisih dengan Presiden AS tersebut.
Trump mengaku kecewa karena Italia dinilai tidak mendukung Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. Ia juga menyinggung sikap Meloni yang mengkritik pernyataannya terkait Paus Leo XIV.
“Dia tidak dapat diterima karena dia tidak keberatan bahwa Iran memiliki senjata nuklir dan akan meledakkan Italia dalam dua menit jika mereka memiliki kesempatan,” ujar Trump.
Sebelumnya, Meloni menilai komentar Trump terhadap Paus sebagai sesuatu yang tidak pantas. Sikap itu memperlebar jarak di antara kedua pemimpin yang selama ini berada dalam satu barisan politik di lingkup NATO.
Di sisi lain, Paus Leo XIV beberapa kali menyuarakan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza dan mengkritik konflik yang melibatkan Israel serta Iran. Sikap tersebut turut menjadi bagian dari polemik yang menyeret nama Vatikan dalam dinamika politik global.
“Tolong beri tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa Iran memiliki bom nuklir sama sekali tidak dapat diterima,” lanjut Trump.
Pernyataan Trump menuai reaksi keras di Italia. Selain Meloni, sejumlah tokoh oposisi juga mengecam sikap Presiden AS tersebut.
Salah satunya Elly Schlein, Sekretaris Partai Demokrat, yang menegaskan bahwa seluruh elemen politik di Italia akan bersatu menghadapi tekanan dari luar.
“Kita adalah lawan di ruangan ini, tetapi kita semua adalah warga negara Italia dan kita tidak akan menerima serangan atau ancaman terhadap pemerintah dan negara kita,” tegasnya.
Meski Paus saat ini berasal dari Amerika Serikat, posisi Vatikan yang berada di jantung Roma serta kuatnya pengaruh Katolik di Italia membuat setiap kritik terhadap Paus sensitif dan mudah dianggap sebagai serangan terhadap negara tersebut.
Ketegangan ini menandai perubahan signifikan dalam hubungan AS–Italia yang sebelumnya dikenal erat, sekaligus memperlihatkan bagaimana isu geopolitik, agama, dan kepentingan global saling berkelindan dalam dinamika diplomasi internasional. (*)
Editor : Jamil Qasim