batampos - Kekacauan terjadi di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) setelah sistem penanganan bagasi mengalami gangguan teknis yang cukup serius.
Sejumlah penumpang dilaporkan harus menunggu hingga empat jam hanya untuk mengambil koper mereka setibanya di bandara tersebut.
Insiden terjadi pada Sabtu (18/4), di Terminal 1, ketika sistem penanganan bagasi mengalami kerusakan teknis mendadak.
Banyak penumpang yang baru tiba harus menunggu antara dua hingga empat jam untuk mendapatkan bagasi mereka. Keterlambatan berdampak pada sejumlah besar penumpang yang datang di bandara KLIA.
"Insiden ini menunjukkan sesuatu yang harus ditangani pada tingkat yang lebih dalam," ujar Menteri Transportasi, Anthony Loke Siew Fook, dikutip dari The Star, Senin (20/4).
Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Tembus 72 Ribu, Ribuan Masih Terjebak di Reruntuhan
Sistem berhasil dipulihkan pada malam hari. Namun, ia menegaskan bahwa insiden tersebut menyangkut kualitas layanan di pintu gerbang utama negara.
Menteri Transportasi langsung mengambil langkah tegas dengan memerintahkan investigasi menyeluruh.
Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia diminta menyelidiki penyebab gangguan dan mempertimbangkan kemungkinan sanksi terhadap Malaysia Airports Holdings Bhd.
Anthony juga telah menginstruksikan sekretaris jenderal Kementerian Perhubungan untuk mengadakan pertemuan darurat dengan lembaga - lembaga untuk melakukan peninjauan terhadap prosedur standar operasional (SOP).
Rapat darurat dijadwalkan untuk mengevaluasi standar operasional, khususnya terkait kecepatan respons, komunikasi kepada penumpang, dan kesiapan prosedur darurat saat terjadi gangguan sistem.
Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM) akan menegakkan kepatuhan dan mengambil tindakan regulasi yang sesuai jika terjadi ketidakpatuhan.
Malaysia Airports Holdings Bhd juga harus menerapkan langkah - langkah korektif dan preventif untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.(*)
Editor : Juliana Belence