Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Diplomasi Baru Iran: Fokus Stabilitas Kawasan, Nuklir Dikesampingkan

jpg • Kamis, 30 April 2026 | 09:05 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Islamabad, Pakistan (Al-Jazeera)
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Islamabad, Pakistan. (Al-Jazeera)

batampos - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengajukan proposal kepada sejumlah negara untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan energi global.

Dilansir Al Jazeera, Rabu (29/4), usulan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan diplomatik ke beberapa negara. Dalam pendekatan ini, Iran memilih menunda sementara pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat.

Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan dengan sejumlah pemimpin regional dan global. Araghchi tercatat melakukan kunjungan ke Pakistan, Oman, dan Rusia dalam waktu singkat guna membangun dukungan internasional.

Dalam pertemuan di Oman, pembahasan difokuskan pada keamanan kawasan dan kebebasan navigasi, sementara isu nuklir sengaja ditunda untuk tahap berikutnya. Pendekatan ini dinilai sebagai strategi untuk memprioritaskan stabilitas regional.

Iran juga memanfaatkan Pakistan sebagai jalur komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat, setelah pembicaraan langsung antara kedua negara belum membuahkan hasil signifikan.

Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan rinci atas proposal tersebut. Namun, Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, menandakan perbedaan posisi yang masih tajam.

Di sisi lain, Iran memperluas komunikasi dengan negara-negara Teluk dan Eropa, termasuk Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Prancis untuk membahas situasi kawasan.

Rusia juga menjadi bagian penting dalam strategi ini. Pertemuan Araghchi dengan Presiden Vladimir Putin membahas dinamika konflik dan arah negosiasi ke depan, dengan Rusia dipandang sebagai penyeimbang geopolitik.

Para analis menilai langkah Iran ini bertujuan membangun dukungan internasional sebelum memasuki fase negosiasi yang lebih luas. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat posisi tawar Teheran di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang. (*)

 
 
Editor : Jamil Qasim
#Diplomasi Baru Iran #Fokus Stabilitas Kawasan