Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Misi Dagang Maritim AS Turun ke Indonesia, Ada Apa?

Chahaya Simanjuntak • Jumat, 1 Mei 2026 | 13:30 WIB
DIPLOMAT AS Peter M Haymond saat event kerjasama keamanan dan teknologi maritim di Jakarta beberapa waktu lalu. F Rifky Suryadinata/ US Embassy Jakarta untuk Batam Pos
DIPLOMAT AS Peter M Haymond saat event kerjasama keamanan dan teknologi maritim di Jakarta beberapa waktu lalu. F Rifky Suryadinata/ US Embassy Jakarta untuk Batam Pos

Batampos - Layanan Bagian Perdagangan (Foreign Commercial Service) Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menerima kunjungan Misi Dagang Keamanan dan Teknologi Maritim AS ke Indonesia, akhir April lalu.

Apa tujuan kunjungan ini? Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter M. Haymond, mengatakan kunjungan ini merupakan kolaborasi antara perusahaan-perusahaan AS dengan mitra di Indonesia.

Baca Juga: Garuda Indonesia Masuk 25 Maskapai Terbaik Dunia 2026, Bukti Transformasi Mulai Berbuah

“Senang sekali dapat mempertemukan perusahaan-perusahaan terdepan AS di bidang teknologi dan keamanan maritim dengan mitra di Indonesia untuk memajukan prioritas bersama,” ujarnya lewat siasan pers kemarin.

Kegiatan ini berlangsung di dua kota di Indonesia, yakni Jakarta dan Surabaya. "Ini menjadi misi dagang maritim pertama AS yang secara khusus menyasar Indonesia," ujarnya.

Kunjungan tersebut, kata Peter, mencerminkan semakin eratnya kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia, khususnya di sektor maritim, infrastruktur, dan teknologi kemaritiman. Selain itu, misi ini juga menyoroti pertumbuhan hubungan komersial kedua negara di sektor strategis tersebut.

Selama berada di Jakarta, delegasi AS melakukan serangkaian pertemuan dengan pemangku kepentingan utama, termasuk perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Danantara Indonesia, serta TNI Angkatan Laut.

Agenda di ibu kota juga mencakup pertemuan penjajakan bisnis (business matching) dengan perusahaan lokal, kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Priok, serta resepsi jejaring yang mempertemukan unsur pemerintah, asosiasi maritim, BUMN, dan sektor swasta.

Selanjutnya, delegasi melanjutkan kegiatan ke Surabaya dengan mengikuti sesi pengarahan di Konsulat Jenderal AS, mengunjungi Pelabuhan Tanjung Perak, serta berdiskusi dengan pimpinan TNI Angkatan Laut setempat.

Baca Juga: Ekspor Batam Turun 3,67 Persen, Tekanan Terkonsentrasi di Sektor Kapal dan Kakao

Peter mengatakan, AS berkomitmen menghadirkan solusi inovatif dan berkualitas tinggi guna mendukung sektor maritim Indonesia yang aman, tangguh, dan berorientasi masa depan.

Delegasi AS dalam misi dagang ini terdiri dari sejumlah perusahaan terkemuka, antara lain TMA BlueTech, Bardex Corporation, Flood Dynamics, Biospherical Instruments, DOLGO (dolgo.ai), HydroComp Inc., Otolith Technologies, serta Moffatt & Nichol.

Melalui misi ini, perusahaan-perusahaan tersebut menjajaki peluang kolaborasi dengan mitra Indonesia sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan ekonomi maritim nasional.

Indonesia dipilih sebagai tujuan lanjutan setelah rangkaian misi dagang maritim di Singapura yang digelar bersamaan dengan Singapore Maritime Week pada 20–24 April 2026.

Misi dagang ini sekaligus mencerminkan komitmen lebih luas Amerika Serikat dalam mendukung penguatan kesadaran domain maritim, keamanan, serta pembangunan infrastruktur maritim di Indonesia. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Kerjasama maritim #kedutaan besar amerika di indonesia