batampos – Serangan terbaru Israel di wilayah selatan Lebanon kembali menelan korban jiwa. Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas, menambah panjang daftar korban dalam konflik yang terus memanas sejak Maret 2026.
Laporan Al Jazeera menyebutkan, korban termasuk warga sipil, di antaranya seorang anak. Serangan terjadi meski gencatan senjata masih diberlakukan di kawasan tersebut.
Serangan udara menghantam sejumlah kawasan permukiman di selatan Lebanon. Beberapa bangunan dilaporkan hancur, sementara tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan.
Baca Juga: Imigrasi Bandara Soekarno Hatta Batalkan Keberangkatan 23 WNI Terindikasi Ibadah Haji Nonprosedural
Sebanyak delapan orang tewas dalam satu serangan di wilayah Habboush, distrik Nabatieh. Sementara empat korban lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terpisah di sekitar Tyre dan Nabatieh.
Pihak Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan kelompok Hezbollah. Namun, laporan lapangan menunjukkan sebagian korban merupakan warga sipil.
Militer Israel sebelumnya telah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di area yang menjadi target. Meski demikian, tingginya intensitas serangan membuat korban tetap berjatuhan.
Baca Juga: Vakum 4 Tahun, Jepang Kembali Impor Minyak dari Rusia
Data otoritas kesehatan Lebanon mencatat, sejak 2 Maret 2026 jumlah korban tewas akibat konflik telah melampaui 2.600 orang, dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Konflik antara Israel dan Hezbollah terus menunjukkan eskalasi. Pelanggaran gencatan senjata yang berulang membuat situasi keamanan di Lebanon selatan semakin memburuk dan memicu kekhawatiran krisis kemanusiaan yang lebih luas. (*)
Editor : M Tahang