Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Marcos Ajak ASEAN Bersatu Hadapi Krisis Global

Antara • Jumat, 8 Mei 2026 | 13:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Upacara Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Upacara Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

 

batampos - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyerukan persatuan negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global saat membuka KTT ke-48 ASEAN, Jumat.

Dalam pidato pembukaannya di hadapan para pemimpin ASEAN, Marcos menilai kawasan Asia Tenggara tengah menghadapi “momen yang menentukan” di tengah meningkatnya disrupsi global dan konflik internasional yang berdampak langsung terhadap stabilitas kawasan serta perekonomian negara-negara anggota.

“Kita bertemu di tengah tantangan besar yang terjadi di kawasan kita dan lebih jauh lagi,” ujar Marcos saat menyinggung dampak konflik di Timur Tengah terhadap negara-negara ASEAN.

Ia menegaskan, tantangan global tidak boleh menghambat agenda kerja sama regional yang selama ini dibangun ASEAN.

“Tugas-tugas ASEAN harus dilanjutkan, bukan karena tantangannya, tetapi karena waktu menuntut jawaban kita atas tantangan tersebut,” katanya.

Menurut Marcos, pemerintah Filipina juga melakukan penyesuaian pelaksanaan KTT dengan memangkas sejumlah kegiatan non-esensial serta mengubah sebagian agenda menjadi pertemuan daring. Langkah itu diambil untuk merespons tekanan ekonomi dan energi yang meningkat akibat konflik geopolitik global, khususnya di Timur Tengah.

Baca Juga: WHO Pastikan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tak Akan Jadi Pandemi Besar

Meski demikian, ia memastikan ASEAN tetap berkomitmen memperkuat koordinasi kawasan melalui pertemuan para menteri luar negeri, ekonomi, pertanian, dan energi.

Secara ekonomi, kawasan ASEAN saat ini menghadapi tantangan perlambatan perdagangan global, ketidakpastian rantai pasok, serta fluktuasi harga energi. Konflik geopolitik di berbagai kawasan juga dinilai dapat memengaruhi stabilitas investasi dan pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Tenggara.

Marcos menekankan bahwa kekuatan ASEAN selama ini lahir dari kemampuan negara-negara anggota menjaga solidaritas meski memiliki latar belakang politik dan kepentingan yang beragam.

“ASEAN senantiasa mendapatkan kekuatannya bukan dari keseragaman, tetapi dari persatuannya,” ujar dia.

Sebelum pembukaan sidang pleno, Marcos bersama Ibu Negara Liza Araneta-Marcos menyambut kedatangan para pemimpin negara ASEAN dan delegasi pendamping.

Sejumlah pemimpin yang hadir antara lain Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Presiden RI Prabowo Subianto, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Baca Juga: Koperasi Madrasah di Batam Didorong Naik Kelas, Siap Masuk Pengadaan Pemerintah

Turut hadir Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, pemimpin Timor Leste Xanana Gusmao, serta Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung.

Sementara itu, Myanmar diwakili oleh Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri, U Hau Khan Sum. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#Ferdinand Marcos Jr #KTT ASEAN 2026 #geopolitik Asia Tenggara #ekonomi regional ASEAN #asean