batampos – Rusia dan Ukraina saling menuduh tetap melancarkan serangan meski gencatan senjata telah diumumkan kedua pihak. Tuduhan itu muncul setelah masing-masing negara mengklaim adanya serangan drone dan artileri di garis depan pertempuran.
Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram pada Jumat (9/5), menyebut pasukan Ukraina telah melakukan lebih dari 1.300 pelanggaran gencatan senjata. Pelanggaran itu disebut melibatkan serangan drone dan tembakan artileri di wilayah perbatasan Rusia.
Menurut Moskow, pasukan Rusia telah memberikan respons balasan yang sepadan terhadap serangan tersebut. Namun, Rusia tidak merinci lokasi maupun dampak serangan yang dimaksud.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia tetap menggempur posisi Ukraina sepanjang malam. Ia menyebut pasukan Moskow melancarkan ratusan serangan drone dan terus menekan wilayah garis depan.
Dalam unggahan di platform X, Zelensky mengatakan hingga Jumat pukul 07.00 waktu setempat, Rusia telah melancarkan lebih dari 140 serangan serta 10 aksi ancaman terhadap posisi pasukan Ukraina di berbagai sektor pertempuran.
“Kami akan merespons dengan cara yang sama,” tulis Zelensky.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin (4/5) mengumumkan gencatan senjata selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, dalam rangka memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II.
Sementara itu, Ukraina juga menyatakan akan menerapkan gencatan senjata mulai Rabu (6/5). Meski demikian, situasi di lapangan menunjukkan bentrokan masih terus terjadi dan saling tuding pelanggaran terus bermunculan dari kedua pihak.
Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian permanen, meski beberapa kali upaya penghentian sementara pertempuran dilakukan. (*)
Editor : Jamil Qasim