Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Menlu Iran Akui Ada Ranjau di Selat Hormuz

Chahaya Simanjuntak • Jumat, 15 Mei 2026 | 21:20 WIB
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi. F.Ahmet Serdar Eser/Anadolu via Antara
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi. F.Ahmet Serdar Eser/Anadolu via Antara

Batampos  - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengakui keberadaan ranjau di Selat Hormuz. Hal ini menjadi alasan mengapa kapal-kapal internasional yang ingin melewati selat itu, harus berkoordinasi dengan militer Iran di Teheran.

"Kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz jelas harus berkoordinasi dengan militer kami, karena adanya ranjau yang merintangi. Kami akan membimbing mereka, seperti yang telah kami lakukan dengan sejumlah kapal India. Navigasi yang aman adalah kebijakan kami," ujar Araghchi dalam konferensi pers seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/5/2026) malam.

Dalam laporan sebelumnya, sebanyak 30 kapal telah melintas di Selat Hormuz sejak Rabu malam (13/5/2026) di bawah pengawasan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Baca Juga: Target Retribusi Sampah di Karimun Turun Jadi Rp450 Juta

Data dari platform pelacakan kapal Marine Traffic menunjukkan, sedikitnya empat kapal yang terkait dengan China melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir melalui koridor pelayaran "aman" milik Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim paling penting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas. Selat itu praktis tertutup bagi sebagian besar kapal sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Akibatnya, arus pengiriman sumber energi dan kargo global menjadi terganggu. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Ranjau di Selat Hormuz #Menlu Iran #selat hormuz