Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran Akui Ada Ranjau di Selat Hormuz, Kapal Diminta Lapor ke Teheran

jpg • Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:31 WIB
Sebuah kapal kontainer berlabuh sementara sebuah perahu motor kecil melintas di latar depan di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)
Sebuah kapal kontainer berlabuh sementara sebuah perahu motor kecil melintas di latar depan di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)

batampos - Abbas Araghchi mengakui keberadaan ranjau di Selat Hormuz dan menegaskan bahwa kapal-kapal yang ingin melintasi jalur strategis tersebut harus berkoordinasi dengan pihak militer Iran.

“Kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz jelas harus berkoordinasi dengan militer kami, karena adanya ranjau dan rintangan yang ada. Kami akan membimbing mereka, seperti yang telah kami lakukan dengan sejumlah kapal India. Navigasi yang aman adalah kebijakan kami,” ujar Araghchi dalam konferensi pers, Jumat (15/5/2026).

Sebelumnya dilaporkan sekitar 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Rabu malam (13/5) di bawah pengawasan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Berdasarkan data platform pelacakan kapal Marine Traffic, sedikitnya empat kapal yang terkait dengan China melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir melalui koridor pelayaran aman yang disediakan Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak dan gas internasional. Jalur itu praktis tertutup bagi sebagian besar kapal sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Situasi tersebut menyebabkan terganggunya distribusi energi dan arus perdagangan global.

Sementara itu, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (*)

Editor : Jamil Qasim
#selat hormuz #kapal #iran