Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ribuan Warga San Diego Gelar Salat Jenazah untuk Korban Penembakan Masjid

jpg • Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:33 WIB
Lebih dari 2.000 orang berkumpul di San Diego untuk berduka atas tiga pria yang tewas dalam serangan masjid (al-Jazeera)
Lebih dari 2.000 orang berkumpul di San Diego untuk berduka atas tiga pria yang tewas dalam serangan masjid (al-Jazeera) 

batampos – Lebih dari 2.000 orang berkumpul di San Diego untuk mengenang tiga pria yang tewas dalam serangan bersenjata di Islamic Center of San Diego, masjid terbesar di kota tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (22/5), ribuan pelayat menghadiri upacara penghormatan sekaligus salat jenazah Islam yang digelar di sebuah taman terbuka.

Suasana haru menyelimuti prosesi ketika komunitas Muslim bersama masyarakat setempat mengenang para korban yang dinilai sebagai pahlawan karena berusaha menghentikan serangan tersebut.

Tiga korban yang meninggal diketahui terdiri dari seorang petugas keamanan masjid dan dua pria lain yang berupaya melindungi jamaah serta anak-anak saat penembakan terjadi awal pekan ini.

Jenazah para korban dibaringkan di bawah kanopi putih selama prosesi doa bersama berlangsung. Ribuan peserta turut melaksanakan salat jenazah atau Janazah sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Banyak pelayat datang dari berbagai wilayah di United States untuk menunjukkan solidaritas kepada keluarga korban dan komunitas Muslim San Diego. Kehadiran aparat kepolisian berseragam juga terlihat sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang terdampak tragedi tersebut.

Imam pusat Islam setempat mengatakan komunitas Muslim San Diego sedang mengalami luka mendalam akibat peristiwa itu. Meski demikian, ia menegaskan masyarakat tetap berusaha kuat dan bersatu menghadapi situasi sulit tersebut.

Pihak kepolisian menyebut tindakan cepat ketiga korban kemungkinan besar berhasil mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Petugas keamanan masjid dilaporkan sempat mengaktifkan sistem penguncian darurat sehingga siswa sekolah dasar dan staf dapat berlindung saat serangan berlangsung.

Kasus tersebut kini masih diselidiki aparat sebagai dugaan kejahatan bermotif kebencian. Polisi mendalami kemungkinan adanya unsur serangan yang secara khusus menargetkan komunitas Muslim.

Tragedi itu juga kembali memunculkan kekhawatiran terkait meningkatnya Islamofobia di Amerika Serikat.

Usai prosesi penghormatan, ketiga korban dijadwalkan dimakamkan berdampingan di pemakaman terdekat. Banyak pelayat mengenang mereka sebagai sosok pemberani yang rela mengorbankan nyawa demi melindungi orang lain. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Islamic Center of San Diego #serangan bersenjata