Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran: Kesepakatan Damai Bergantung pada Sikap AS, Negosiasi Masih Berjalan Alot

Antara • Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:31 WIB
Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.)
Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.) 

batampos – Pemerintah Iran menegaskan bahwa tercapainya kesepakatan final dengan Amerika Serikat sangat bergantung pada kesediaan Washington menghentikan tuntutan yang dinilai berlebihan serta meninggalkan sikap yang dianggap kontradiktif dalam proses perundingan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran mengutip Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi.

“Araghchi menegaskan bahwa tercapainya kesepakatan akhir bergantung pada AS dengan mengakhiri tuntutan berlebihan dan meninggalkan posisi yang kontradiktif,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.

Pembicaraan tersebut membahas perkembangan diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan dalam upaya mencari jalan keluar atas konflik yang masih berlangsung antara Teheran dan Washington.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan sejumlah isu utama dalam perundingan masih belum menemukan titik temu. Di antaranya terkait program nuklir Iran serta pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Meski demikian, Trump mengklaim kedua negara telah mencapai kesepahaman terhadap sejumlah isu lain yang dinilai tidak terlalu krusial dibandingkan persoalan utama yang masih menjadi perdebatan.

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di pihak Iran.

Setelah eskalasi konflik yang berlangsung selama beberapa pekan, Washington dan Teheran sepakat menerapkan gencatan senjata sementara selama dua pekan yang dimulai pada 7 April 2026.

Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan konkret. Di tengah proses negosiasi, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Trump kemudian memperpanjang masa penghentian permusuhan guna memberikan ruang bagi Iran untuk menyusun proposal perdamaian. Meski demikian, hingga saat ini blokade terhadap Iran masih berlangsung dan menjadi salah satu isu yang terus diperdebatkan dalam proses negosiasi.

Para pengamat menilai keberhasilan perundingan akan sangat menentukan stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama terkait keamanan jalur energi global dan aktivitas perdagangan internasional yang melintasi Selat Hormuz. (*)

Editor : Jamil Qasim
#amerika serikat #iran