Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Donald Trump Ingin Kurangi Birokrasi Intelijen AS, PHK Besar - besaran Segera Dimulai

Juliana Belence • Senin, 8 Juni 2026 | 10:15 WIB
Donald Trump. (x.com/RTNBA)
Donald Trump. (x.com/RTNBA)

batampos - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai rencana pemangkasan pegawai secara besar - besaran di komunitas intelijen negara itu.

Donald Trump meminta Pelaksana Tugas Direktur Intelijen Nasional, Bill Pulte, untuk mulai memberhentikan pegawai di berbagai badan intelijen. Trump menilai komunitas intelijen saat ini terlalu besar dan perlu direstrukturisasi agar lebih efisien.

"Banyak pegawai yang tidak lagi cocok berada di dalam sistem intelijen," ujar Donald Trump saat wawancara, dikutip dari The Wall Street Journal, Senin (8/6).

Ia juga mempertanyakan peran dan ukuran Office of the Director of National Intelligence (ODNI), lembaga yang mengkoordinasikan 18 badan intelijen federal, termasuk CIA dan NSA. Donald Trump menginginkan komunitas intelijen yang lebih kecil dengan jumlah pegawai yang lebih sedikit.

Pulte ditunjuk sebagai pejabat sementara setelah pengunduran diri Tulsi Gabbard. Statusnya sebagai pejabat sementara, ia tidak memerlukan proses konfirmasi Senat untuk langsung menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Singapura Bergerak Cepat, 14 Konten Provokatif terhadap Komunitas India Dihapus

Donald bahkan menyebut Pulte lebih bebas bergerak untuk mengambil langkah - langkah yang sulit dilakukan oleh pejabat yang sedang menunggu persetujuan Kongres. 

Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat maupun Republik mempertanyakan minimnya pengalaman keamanan nasional yang dimiliki Pulte. 

Mereka khawatir pemangkasan besar - besaran dapat mengganggu kemampuan intelijen AS dalam menghadapi ancaman dari negara - negara seperti Rusia, Tiongkok, dan Iran. 

Kontroversi semakin besar karena penunjukan Pulte terjadi saat Kongres tengah membahas perpanjangan Pasal 702 Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA), salah satu instrumen utama pengumpulan intelijen Amerika Serikat. 

Beberapa legislator memperingatkan bahwa gejolak kepemimpinan di komunitas intelijen dapat mempersulit proses pembaruan program tersebut. 

Pendukung Trump berpendapat bahwa komunitas intelijen telah berkembang terlalu besar selama beberapa dekade terakhir dan membutuhkan reformasi menyeluruh. 

Mereka menilai pengurangan staf dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi biaya operasional pemerintah federal.(*)

Editor : Juliana Belence
#pemangkasan #CIA #NSA #pegawai #donald trump