Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ketegangan Timur Tengah, Jalur Laut Utara Rusia Mulai Diperhitungkan

Chahaya Simanjuntak • Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:45 WIB
ILUSTRASI zona perdagangan jalur laut Rusia. F Opporzone
ILUSTRASI zona perdagangan jalur laut Rusia. F Opporzone

Batampos - Permintaan global untuk pengiriman barang melalui Jalur Laut Utara mulai diperhitungkan dan diperkirakan akan meningkat pesat seiring perluasan koridor di tengah ketegangan di sekitar Timur Tengah.

"Saya benar-benar yakin akan hal ini," kata Menteri Pembangunan Timur Jauh dan Arktik Rusia, Alexei Chekunkov, kepada RIA Novosti seperti dikutip dari Antara, malam ini.

Chekunkov mengutarakannya, menanggapi pertanyaan apakah ia mengharapkan peningkatan permintaan global untuk transportasi melalui Jalur Laut Utara di masa depan, termasuk mengingat ketegangan di sekitar Terusan Suez.

Baca Juga: Meutya Ajak Generasi Muda Ciptakan Ruang Digital Aman dan Sehat

Rusia saat ini telah membangun solusi teknologi paling kompleks seperti kapal pemecah es, peluncuran satelit ke luar angkasa, sekaligus menciptakan sistem dan infrastruktur yang diperlukan, tambah menteri tersebut.

"Begitu sistem ini mulai berfungsi secara teratur, percayalah, pengirim barang terbesar di dunia akan mulai mengujinya terlebih dahulu, kemudian mereka akan mulai terbiasa dengannya," kata Chekunkov.

"Kemudian itu akan menjadi norma bagi mereka. Kemudian, saya pikir, kita akan melihat pertumbuhan eksplosif dalam transportasi, yang pada gilirannya akan menurunkan harga dan membuat Jalur Laut Utara menjadi lebih menarik," tambahnya.

Baca Juga: Pelatih Skotlandia Minta Timnya Waspadai Haiti di Laga Piala Dunia 2026

Menurut dia, telah banyak negara besar yang sudah menetapkan tujuan langsung ke arah ini.

"Tidak hanya negara-negara Asia, tetapi juga negara-negara Afrika, tentu saja, negara-negara perdagangan maritim besar seperti Mesir, Aljazair, dan Tunisia akan dapat sepenuhnya menggunakan Rute Laut Utara untuk transportasi," kata Chekunkov.

Untuk saat ini, musim navigasi di Rute Laut Utara masih relatif singkat - sekitar empat hingga enam bulan tergantung pada kelas es kapal - serta masih dibutuhkan adanya pengawalan kapal pemecah es, kata menteri tersebut.

Namun, seiring dengan implementasi rencana pembangunan, termasuk pembangunan 10 kapal pemecah es nuklir, penyebaran konstelasi satelit, serta pembangunan armada 40 kapal pencarian dan penyelamatan, penggunaan koridor pelayaran sepanjang tahun diharapkan akan semakin realistis, ujarnya menegaskan. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#jalur laut utara #jalur perdagangan #rusia