Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kesepakatan Bersejarah AS-Iran di Depan Mata, Isi Perjanjian yang Sedang Dinegosiasikan

Juliana Belence • Minggu, 14 Juni 2026 | 10:15 WIB
Draf kesepakatan Amerika Serikat-Iran telah selesai. (x.com/RT_com)
Draf kesepakatan Amerika Serikat-Iran telah selesai. (x.com/RT_com)

batampos - Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan memasuki fase krusial setelah kedua negara disebut telah menyetujui sebagian besar poin dalam draf kesepakatan damai yang tengah dinegosiasikan.

Perjanjian tersebut diharapkan mampu meredakan ketegangan yang selama ini memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar energi global.

Sejumlah pihak yang terlibat dalam proses mediasi menyebutkan bahwa dokumen awal kesepakatan kini berada pada tahap finalisasi.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menjadi salah satu mediator utama dalam proses negosiasi.

"Teks final kesepakatan telah disetujui oleh para pihak," ujar Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dikutip dari Axios, Minggu (14/6).

Baca Juga: Arab Saudi Lanjutkan Kerjasama Impor Dari Lebanon

Setelah penandatanganan dilakukan, pembicaraan teknis lanjutan akan digelar untuk membahas implementasi detail dari perjanjian.

Salah satu poin utama dalam draf kesepakatan adalah perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari guna memberikan ruang bagi negosiasi lanjutan menuju penyelesaian permanen. 

Kesepakatan juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat ketegangan dan gangguan distribusi energi global.

Pemerintah AS menginginkan Iran menghentikan pengembangan senjata nuklir, membatasi pengayaan uranium, serta membuka akses pengawasan internasional terhadap fasilitas nuklirnya. 

Amerika Serikat disebut membuka peluang pelonggaran sanksi ekonomi secara bertahap sesuai tingkat kepatuhan Iran terhadap perjanjian.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa perjanjian akan memastikan Iran tidak lagi memiliki atau mengembangkan senjata nuklir. 

Namun, pejabat Iran menolak klaim bahwa Teheran telah menyetujui penghentian total program nuklirnya dan menegaskan bahwa beberapa rincian penting masih harus dirundingkan.

Perdebatan juga muncul terkait pencairan aset Iran yang dibekukan dan mekanisme pencabutan sanksi. 

Iran menginginkan manfaat ekonomi yang lebih cepat, sementara AS menegaskan bahwa pelonggaran sanksi hanya akan diberikan setelah verifikasi kepatuhan terhadap komitmen nuklir dilakukan.

Kemajuan terbaru dipandang sebagai langkah diplomatik paling signifikan dalam hubungan AS-Iran dalam beberapa tahun terakhir.(*)

Editor : Juliana Belence
#draf #mediasi #amerika serikat #iran #kesepakatan