Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Rampung, Selat Hormuz Dibuka Kembali

Antara • Senin, 15 Juni 2026 | 11:01 WIB
Sebuah kapal kontainer berlabuh sementara sebuah perahu motor kecil melintas di latar depan di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)
Sebuah kapal kontainer berlabuh sementara sebuah perahu motor kecil melintas di latar depan di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)

batampos – Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai yang disebut mengakhiri ketegangan kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Ahad (14/6) waktu setempat, Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai dan membuka jalan bagi normalisasi aktivitas pelayaran di kawasan Teluk Persia.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak,” tulis Trump.

Baca Juga: SMKN 1 Batam Diserbu Pendaftar, 2.506 Siswa Berebut 960 Kursi

Ia juga mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi pusat ketegangan akibat konflik militer dan ancaman terhadap jalur distribusi energi dunia.

“Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” lanjut Trump.

Dalam pernyataannya, Trump turut mengisyaratkan dimulainya kembali arus perdagangan energi global melalui jalur laut strategis tersebut.

“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” tulisnya.

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Kanal Golden Prawn Bengkong

Meski demikian, Trump belum mengungkap rincian isi kesepakatan, termasuk mekanisme pelaksanaan maupun bentuk komitmen yang disepakati kedua negara.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, turut mengonfirmasi tercapainya kesepakatan damai tersebut.

Dalam unggahannya di platform X pada Senin dini hari, Sharif menyebut kesepakatan dicapai setelah serangkaian perundingan intensif antara Washington dan Teheran.

“Setelah pembicaraan yang intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” tulis Sharif.

Ia menambahkan bahwa kedua pihak telah menyetujui penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di berbagai front konflik, termasuk yang berkaitan dengan situasi di Lebanon.

Menurut Sharif, penandatanganan resmi kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Swiss.

Jika terealisasi, kesepakatan tersebut berpotensi menjadi salah satu perkembangan geopolitik paling penting tahun ini karena dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah, membuka kembali jalur perdagangan energi global, serta menstabilkan pasar minyak dunia yang selama ini terpengaruh konflik di kawasan Teluk.

Editor : Jamil Qasim
#Kesepakatan Damai AS-Iran #selat hormuz