Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

China Sambut Kesepakatan AS-Iran, Dorong Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Antara • Selasa, 16 Juni 2026 | 07:30 WIB
Juru Bicara Kementerian China Lin Jian (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Juru Bicara Kementerian China Lin Jian (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

batampos – Pemerintah China menyambut baik kesepakatan awal yang dicapai Amerika Serikat (AS) dan Iran serta berharap pembukaan kembali Selat Hormuz dapat segera terealisasi guna mendukung stabilitas kawasan dan kelancaran perdagangan global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan Beijing mengapresiasi langkah kedua negara yang sepakat menyusun nota kesepahaman tahap pertama sebagai dasar penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. China juga memberikan penghargaan atas peran mediasi Pakistan dalam proses negosiasi tersebut.

“China menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran yang sama-sama sepakat untuk menandatangani dokumen nota kesepahaman tahap pertama. Kami juga mengapresiasi upaya mediasi Pakistan,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan kedua pihak akan melanjutkan proses penandatanganan resmi dalam beberapa hari ke depan. Trump juga menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka dan pembatasan pelayaran yang sebelumnya diberlakukan akan dicabut.

Baca Juga: Pencuri Fasilitas Umum Merajalela, Wali Kota Batam dan Kapolda Kepri Turun Tangan

Menurut Lin Jian, China berharap dokumen tersebut dapat ditandatangani sesuai jadwal dan seluruh pihak tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan melalui dialog serta negosiasi damai.

“Kami berharap dokumen tersebut akan ditandatangani sesuai dengan jadwal yang disepakati dan semua pihak terkait akan tetap berkomitmen pada solusi damai,” ujarnya.

Selat Hormuz Dinilai Penting bagi Dunia

China menilai stabilitas di Selat Hormuz memiliki arti strategis karena jalur perairan tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia. Karena itu, pembukaan kembali selat tersebut dinilai sejalan dengan kepentingan negara-negara kawasan maupun komunitas internasional.

“Kami berharap selat tersebut dapat kembali dibuka sesegera mungkin dan lalu lintas internasional dapat berjalan normal,” kata Lin Jian.

Berdasarkan berbagai laporan, nota kesepahaman tahap awal antara AS dan Iran mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial serta pencabutan bertahap blokade terhadap pelabuhan Iran. Kesepakatan itu juga membuka jalan bagi perundingan lanjutan terkait isu nuklir, sanksi ekonomi, dan keamanan kawasan dalam periode 60 hari ke depan.

Lin Jian menegaskan China siap bekerja sama dengan negara-negara kawasan dan komunitas internasional untuk membantu memulihkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah.

Ia menambahkan, sejak konflik pecah, China secara konsisten mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi. Presiden China Xi Jinping bahkan telah mengajukan sejumlah usulan terkait keamanan dan stabilitas kawasan yang menurut Beijing mendapat respons positif dari berbagai negara.

Iran dan AS Siap Teken Kesepakatan Resmi

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan penandatanganan resmi nota kesepahaman antara Iran dan AS dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026.

Menurut Gharibabadi, kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer di sejumlah front konflik serta komitmen Iran untuk tetap mematuhi Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan tidak mengembangkan senjata nuklir.

Meski demikian, dinamika kawasan masih menyisakan tantangan. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran tidak mengikat bagi Israel, sehingga perkembangan implementasi perjanjian tersebut masih akan terus menjadi perhatian komunitas internasional. (*)

Editor : Putut Ariyo
#amerika serikat #timur tengah #selat hormuz #china #iran