SpaceX Salip Amazon, Perusahaan Elon Musk Masuk Lima Besar Korporasi Dunia
JAKARTA – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mencatat sejarah baru dengan menyalip Amazon dan masuk ke jajaran lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Pencapaian tersebut menegaskan perubahan lanskap industri teknologi global yang kini semakin dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan integrasi ekosistem digital.
Kenaikan valuasi SpaceX terjadi di tengah agresivitas perusahaan memperluas bisnisnya, tidak hanya di sektor antariksa, tetapi juga pada pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Langkah tersebut mendapat respons positif dari investor yang melihat SpaceX berkembang menjadi perusahaan teknologi terintegrasi dengan cakupan bisnis yang jauh lebih luas.
Baca Juga: GREE Resmikan ProShop Pertama di Batam, Perkuat Pasar AC Residensial hingga Industri
Menurut laporan The Guardian, SpaceX berhasil melampaui Amazon dalam daftar perusahaan dengan nilai pasar terbesar di dunia hanya beberapa hari setelah melantai di bursa saham. Peningkatan valuasi itu turut didorong oleh langkah strategis perusahaan mengakuisisi startup pengembang aplikasi coding berbasis AI, Cursor, dengan nilai transaksi mencapai 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.062 triliun.
Akuisisi tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi SpaceX di sektor kecerdasan buatan. Cursor, yang dikembangkan perusahaan Anysphere, telah digunakan lebih dari satu juta pengembang perangkat lunak di seluruh dunia dan menjadi salah satu platform AI coding paling berpengaruh saat ini.
Langkah ini sekaligus memperkuat ekosistem xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk yang mengembangkan model AI Grok. Integrasi antara data pengembang, model AI, dan infrastruktur komputasi diyakini akan meningkatkan daya saing SpaceX dalam persaingan industri AI global yang saat ini didominasi perusahaan-perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic.
Baca Juga: Harry Kane Menggila, Inggris Taklukkan Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026
Selain bisnis antariksa, SpaceX juga didukung oleh layanan internet satelit Starlink yang terus berkembang dan platform media sosial X yang berada dalam ekosistem bisnis Musk. Kombinasi berbagai unit usaha tersebut membentuk jaringan bisnis terintegrasi yang saling mendukung dalam pengembangan teknologi masa depan.
Dari sisi pasar, saham SpaceX dibuka pada level 135 dolar AS per saham dan telah melonjak sekitar 50 persen sejak penawaran umum perdana (IPO). Pada puncaknya, kapitalisasi pasar perusahaan sempat menyentuh 2,97 triliun dolar AS sebelum stabil di kisaran 2,66 triliun dolar AS.
Meski demikian, dari sisi kinerja keuangan, SpaceX masih tertinggal dibandingkan Amazon. Pada 2025, SpaceX mencatat pendapatan sekitar 18,7 miliar dolar AS dengan kerugian mencapai 4,9 miliar dolar AS. Sebaliknya, Amazon membukukan pendapatan sebesar 717 miliar dolar AS dan laba bersih sekitar 78 miliar dolar AS.
Analis menilai valuasi tinggi yang dimiliki SpaceX memberikan keuntungan strategis bagi perusahaan dalam melakukan ekspansi melalui akuisisi. Dengan kapitalisasi pasar yang besar, perusahaan memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk mengakuisisi perusahaan teknologi tanpa harus bergantung pada pendanaan tambahan atau menambah beban utang.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana pasar saat ini semakin menghargai potensi pertumbuhan jangka panjang, terutama pada perusahaan yang mampu menggabungkan teknologi antariksa, kecerdasan buatan, infrastruktur digital, dan layanan berbasis data dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi.
Keberhasilan SpaceX menembus lima besar perusahaan paling bernilai di dunia sekaligus memperkuat posisi Elon Musk sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi global saat ini. (*)
Editor : Jamil Qasim