Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran-AS Sepakati MoU Islamabad, Akhiri Operasi Militer dan Buka Jalan Perundingan Damai Permanen

Antara • Kamis, 18 Juni 2026 | 12:31 WIB
Ilustrasi - Penandatanganan memorandum kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Jumat di resor Burgenstock, Swiss tengah. Anadolu Agency/pri.
Ilustrasi - Penandatanganan memorandum kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Jumat di resor Burgenstock, Swiss tengah. Anadolu Agency/pri.

batampos - Iran dan Amerika Serikat (AS) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad yang memuat komitmen penghentian segera dan permanen operasi militer di seluruh lini konflik, termasuk di Lebanon.

Dalam dokumen tersebut, kedua negara beserta sekutu masing-masing sepakat untuk tidak memulai perang atau operasi militer baru, menahan diri dari ancaman maupun penggunaan kekuatan, serta menghormati integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon.

MoU itu juga menegaskan komitmen Iran dan AS untuk saling menghormati kedaulatan serta tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing. Kedua pihak sepakat menargetkan tercapainya kesepakatan damai final dalam waktu maksimal 60 hari sejak penandatanganan, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kesepakatan bersama.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah komitmen AS untuk mulai mencabut blokade angkatan laut terhadap Iran dan mengakhiri seluruh hambatan terhadap aktivitas pelayaran negara itu dalam waktu 30 hari. AS juga berjanji menarik pasukan yang berada di sekitar wilayah Iran setelah kesepakatan final tercapai.

Di sisi lain, Iran berkomitmen menjamin jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Teluk Persia dan Laut Oman selama masa transisi. Teheran juga akan berdialog dengan Oman dan negara-negara pesisir Teluk lainnya mengenai pengelolaan layanan maritim di Selat Hormuz sesuai hukum internasional.

Dalam bidang ekonomi, AS bersama mitra regionalnya berjanji menyusun program rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran dengan nilai sedikitnya 300 miliar dolar AS. Selain itu, Washington juga berkomitmen mengakhiri seluruh sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi sepihak AS dan berbagai pembatasan internasional yang berkaitan dengan program nuklir Teheran.

Terkait isu nuklir, Iran kembali menegaskan tidak akan memperoleh maupun mengembangkan senjata nuklir. Kedua negara sepakat mencari mekanisme bersama untuk menangani stok uranium yang telah diperkaya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Selama proses negosiasi menuju kesepakatan final, Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya, sementara AS tidak akan memberlakukan sanksi baru maupun mengerahkan tambahan pasukan ke kawasan.

MoU juga memuat komitmen AS untuk memberikan berbagai pengecualian terhadap ekspor minyak Iran, membuka akses terhadap dana dan aset Iran yang dibekukan, serta menerbitkan lisensi dan otorisasi yang diperlukan guna mendukung pemulihan ekonomi negara tersebut.

Untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan berjalan sesuai rencana, kedua pihak sepakat membentuk mekanisme pengawasan bersama. Kesepakatan damai final yang nantinya dicapai akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang bersifat mengikat. (*)

Editor : Jamil Qasim
#MoU #Iran dan Amerika Serikat