Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah Disepakati, Tapi Situasi Masih Panas

JawaPos • Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:45 WIB
Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dan tentara Lebanon berjaga di sebuah pos pemeriksaan di Naqoura, dekat perbatasan Lebanon-Israel, di Lebanon selatan. [Aziz Taher/Reuters]
Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dan tentara Lebanon berjaga di sebuah pos pemeriksaan di Naqoura, dekat perbatasan Lebanon-Israel, di Lebanon selatan. [Aziz Taher/Reuters]

batampos – Pemerintah Israel untuk pertama kalinya secara terbuka mengonfirmasi kesediaannya menghentikan operasi ofensif terhadap Hizbullah di Lebanon sebagai bagian dari upaya menjaga kesepakatan yang lebih luas antara United States dan Iran.

Namun, Tel Aviv menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut tidak berarti Israel akan berhenti merespons jika merasa terancam.

Pernyataan itu disampaikan Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, pada Jumat (19/6), di tengah meningkatnya tekanan diplomatik agar konflik di Lebanon tidak menggagalkan proses normalisasi hubungan Washington dan Teheran.

Baca Juga: Bernard Arnault dan Kontroversi Konsolidasi Media Bisnis di Prancis

Leiter menyebut Israel berkomitmen pada gencatan senjata dan telah menghentikan seluruh operasi ofensif.

"Israel berkomitmen pada gencatan senjata segera dan telah menghentikan seluruh operasi ofensif," ujarnya melalui media sosial.

Meski demikian, ia menegaskan sikap Israel tetap bergantung pada langkah Hizbullah ke depan.

"Jika Hizbullah menghormati perjanjian dan menghentikan permusuhannya, mereka akan mendapatkan ketenangan," kata Leiter.

Di sisi lain, Israel menyebut pasukannya masih beroperasi di wilayah selatan Lebanon untuk menghancurkan infrastruktur militer Hizbullah.

Baca Juga: DPR Janji Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa, Dasco: Status 16 Mahasiswa Trisakti Akan Dicabut

Menurut Leiter, operasi tersebut dilakukan untuk “membersihkan wilayah dari Hizbullah dan membongkar infrastruktur teror mereka”.

"Kami akan tetap berada di sana sampai misi itu selesai," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Israel maupun kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Kesepakatan AS–Iran Jadi Sorotan

Gencatan senjata di Lebanon disebut menjadi bagian penting dari kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran yang mengatur upaya meredakan konflik di berbagai titik Timur Tengah.

Iran sebelumnya memperingatkan bahwa eskalasi antara Israel dan Hizbullah dapat mengganggu implementasi kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Istri Temani Pelarian Kaki Tangan Fredy Pratama Selama Bersembunyi di Thailand

Ketegangan juga berdampak pada proses diplomasi lanjutan. Pertemuan teknis antara pejabat AS dan Iran yang semula dijadwalkan di Switzerland dilaporkan ditunda.

Sejumlah diplomat menyebut Iran menarik diri dari agenda pembicaraan setelah meningkatnya serangan Israel di Lebanon, meski belum ada kepastian apakah yang dimaksud adalah operasi terbaru atau serangan sebelumnya.

Situasi ini membuat prospek gencatan senjata dan kesepakatan regional masih sangat dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu. (*)

Editor : M Tahang
#konflik Timur Tengah #Konflik Lebanon #Israel Hizbullah gencatan senjata