batampos - Pemandangan tak biasa mulai sering terlihat di sejumlah taman kota di Argentina. Sekelompok remaja mengenakan topeng hewan, memasang ekor buatan dan bergerak menggunakan empat kaki sambil menirukan perilaku anjing, kucing, rubah, hingga serigala.
Banyak warga penasaran dengan kelompok yang menyebut diri mereka sebagai therian, terutama setelah berbagai rekaman aktivitas mereka menyebar luas di TikTok dan platform digital lainnya.
Fenomena menjadi viral setelah video - video mereka menyebar luas di TikTok. Tagar #therian telah melampaui dua juta unggahan dengan Argentina menjadi salah satu negara Amerika Latin dengan tingkat interaksi tertinggi terkait tren.
Para peserta terlihat berlari dengan empat kaki, melompati rintangan seperti anjing, memanjat pohon layaknya kucing atau rubah, hingga mengenakan topeng hewan yang dibuat secara khusus. Banyak dari mereka menyebut aktivitas tersebut sebagai bentuk ekspresi diri dan sarana menemukan komunitas yang menerima mereka.
"Identifikasi simbolis dengan hewan dapat menjadi bagian dari proses pencarian identitas pada masa remaja," ujar Psikolog Argentina, Débora Pedace, dikutip dari AP News, Selasa (23/6).
Baca Juga: Dampak Perang Iran Menghantam AS, Ekonomi Tertekan dan Dukungan untuk Trump Melemah
Namun, ia mengingatkan bahwa situasi bisa menjadi masalah apabila seseorang benar - benar kehilangan batas antara realitas dan keyakinan bahwa dirinya adalah hewan.
Salah satu remaja bernama Aguara yang mengidentifikasi dirinya dengan anjing Belgian Malinois mengatakan bahwa ia tetap menjalani kehidupan normal sebagai pelajar.
Menurutnya, perilaku menyerupai hewan hanya dilakukan pada momen tertentu dan tidak mengubah kehidupannya sebagai manusia sehari - hari.
Tidak semua peserta meyakini dirinya sebagai hewan. Sebagian hanya menikmati penggunaan topeng, ekor, dan gerakan hewan sebagai bentuk permainan atau kreativitas.
Dalam komunitas bahkan dikenal istilah otherpaw, yaitu orang yang meniru perilaku hewan untuk bersenang - senang tanpa menganggap dirinya sebagai hewan secara identitas.
Sebagian masyarakat menganggapnya aneh atau mengkhawatirkan, sementara psikolog menilai fenomena tidak otomatis menunjukkan gangguan mental.
Beberapa ahli juga menilai komunitas therian memberikan rasa kebersamaan bagi remaja yang merasa terasing atau kesulitan menemukan kelompok sosial yang menerima mereka.
Komunitas telah ada selama puluhan tahun di internet dan baru memperoleh sorotan luas di Argentina setelah menjadi viral di media sosial pada 2026.(*)
Editor : Juliana Belence