batampos - Upaya meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menghadapi jalan terjal. Di tengah harapan bahwa jalur diplomasi mulai membuahkan hasil setelah konflik beberapa waktu terakhir, kedua negara justru menyampaikan pernyataan yang berbeda mengenai arah pembicaraan damai.
Amerika Serikat mengklaim komunikasi dengan Iran masih berlangsung melalui mediasi Qatar dan membuka peluang tercapainya kesepakatan lanjutan.
Namun, Iran justru menegaskan tidak akan menggelar pertemuan langsung dengan utusan Amerika Serikat, sehingga prospek tercapainya kesepakatan damai kembali dipertanyakan.
Presiden Donald Trump mengatakan perundingan akan berlanjut melalui Doha untuk membahas implementasi kesepakatan awal, termasuk isu keamanan kawasan dan program nuklir Iran.
Amerika juga mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Qatar guna berkoordinasi dengan pihak mediator.
Baca Juga: ASEAN Kian Rentan Gelombang Panas, Cuaca Ekstrem Bisa Berlangsung Berbulan - Bulan
Namun, pejabat Qatar menegaskan tidak ada agenda pertemuan langsung antara delegasi AS dan Iran. Menurut Iran, komunikasi hanya akan dilakukan melalui mediator Qatar dan tidak dapat disebut sebagai negosiasi langsung antara kedua negara.
Iran juga menegaskan bahwa pembicaraan menuju kesepakatan final belum dapat dilakukan sebelum sejumlah persoalan mendasar diselesaikan.
Di antaranya adalah pencairan aset Iran yang dibekukan, pelonggaran sanksi ekonomi, serta penyelesaian berbagai poin dalam nota kesepahaman yang sebelumnya telah disetujui kedua pihak.
Amerika Serikat tetap bersikeras bahwa kebebasan pelayaran di Selat Hormuz harus dijamin dan Iran tidak boleh memberlakukan pungutan terhadap kapal - kapal internasional yang melintas.
Persoalan tersebut menjadi salah satu titik perbedaan paling tajam dalam pembicaraan terbaru. Perbedaan sikap antara Washington dan Teheran menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang.
Kedua negara sama - sama mengklaim mendukung penyelesaian melalui dialog, tetapi belum ada tanda - tanda akan digelarnya perundingan langsung yang dapat menghasilkan kesepakatan komprehensif.(*)
Editor : Juliana Belence