Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran Perketat Aturan Pelayaran di Selat Hormuz, Kapal Wajib Ikuti Jalur Resmi

JawaPos • Minggu, 5 Juli 2026 | 06:31 WIB
Sebuah kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)
Sebuah kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)

batampos – Iran memperketat aturan pelayaran di Selat Hormuz dengan mengingatkan seluruh kapal agar hanya melintasi jalur navigasi resmi. Militer Iran menegaskan setiap pelanggaran terhadap rute yang telah ditetapkan akan mendapat respons tegas.

Peringatan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, Jumat (4/7). Langkah itu memunculkan kekhawatiran baru terhadap kelancaran arus perdagangan di salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Komando militer Iran menyatakan kepatuhan terhadap aturan navigasi menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pelayaran di kawasan.

Baca Juga: Kepri jadi Pintu Kejahatan Lintas Negara, Pengamanan di Perbatasan Diperketat

Menurut militer Iran, kapal yang tidak mengikuti jalur resmi berpotensi membahayakan keamanan pelayaran sehingga dapat memicu tindakan langsung dari otoritas setempat.

Peringatan itu muncul sehari setelah beredar laporan mengenai kemajuan pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat. Meski jalur diplomasi masih berlangsung, Teheran menegaskan aturan pelayaran tetap harus dipatuhi seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat sebelumnya menggelar dialog keamanan maritim di Bahrain yang membahas upaya menjaga kebebasan pelayaran dan kelancaran perdagangan melalui Selat Hormuz. Namun, Iran menilai pendekatan tersebut tidak cukup menjamin keamanan kawasan.

Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa stabilitas regional harus dibangun melalui penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global melewati perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Baca Juga: NVIDIA Indonesia: Pengguna Perlu Memahami Batas AI Cloud dan AI Lokal

Karena perannya yang vital, setiap peningkatan ketegangan di Selat Hormuz berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia sekaligus memengaruhi harga minyak di pasar internasional.

Ancaman Iran terhadap kapal yang melintasi jalur di luar koridor resmi juga menjadi perhatian pelaku industri pelayaran global.

Meski aktivitas pelayaran mulai meningkat setelah adanya perkembangan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat, data pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz masih berada di bawah rata-rata sebelum konflik.

Kondisi tersebut mengindikasikan situasi keamanan di Selat Hormuz masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kelancaran perdagangan internasional. (*)

Editor : M Tahang
#ran #Perdagangan Global #minyak dunia #selat hormuz