batampos – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa negaranya akan membalas kematian ayahnya sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei. Pernyataan itu disampaikan melalui pesan tertulis yang dibacakan dalam upacara pemakaman Ali Khamenei, Sabtu (11/7), di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam pesannya, Mojtaba menyebut pembalasan atas kematian Ali Khamenei merupakan tuntutan rakyat Iran.
"Kami berjanji membalas darah Anda yang tak berdosa serta seluruh para syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat," demikian isi pesan Mojtaba yang disiarkan televisi pemerintah Iran.
Baca Juga: Italia Tingkatkan Biaya Pertahanan, Capai 2,6 Persen PDB Negara
Ali Khamenei dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, setelah rangkaian prosesi pemakaman yang berlangsung selama sepekan. Ia tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang memicu konflik bersenjata antara kedua pihak sejak akhir Februari lalu.
Ketegangan Kembali Memanas
Pernyataan Mojtaba muncul di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara Teheran dan Washington.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Israel telah membagikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat terkait dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden AS Donald Trump. Menanggapi laporan tersebut, Trump melalui akun Truth Social memperingatkan Iran agar tidak mencoba melakukan serangan terhadap dirinya.
Baca Juga: Permintaan Chip Memori AI Meningkat Pengaruhi Kenaikan Harga Ponsel Pintar hingga Laptop
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk menghentikan konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih permanen. Kesepahaman itu mencakup penghentian pertempuran, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, situasi kembali memburuk dalam beberapa hari terakhir setelah kedua negara saling melancarkan serangan yang berkaitan dengan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Amerika Serikat menyerang sejumlah target di wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan menargetkan aset-aset milik AS di kawasan. Eskalasi terbaru tersebut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah. (*)
Editor : M Tahang