Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Scarlet Lady Gagal Sandar di Mesir, Kapal Pesiar Pembawa Wisatawan LGBTQ Ubah Rute Pelayaran

Juliana Belence • Kamis, 16 Juli 2026 | 18:15 WIB
Kapal pesiar LGBTQ Scarlet Lady ditolak di Mesir. (x.com/MarioNawfal)
Kapal pesiar LGBTQ Scarlet Lady ditolak di Mesir. (x.com/MarioNawfal)

batampos - Kapal pesiar Scarlet Lady yang mengangkut sekitar 2.000 wisatawan LGBTQ+ kembali menghadapi penolakan saat berlayar di kawasan Mediterania.

Setelah sebelumnya tidak diizinkan bersandar di dua pelabuhan Turki, kapal ini juga dilaporkan gagal berlabuh di Pelabuhan Alexandria, Mesir. Kapal pesiar yang dioperasikan Virgin Voyages dan disewa oleh perusahaan perjalanan Atlantis Events terpaksa mengubah rute pelayarannya dan membatalkan persinggahan di Alexandria. 

Penolakan ini menjadi sorotan karena tidak ada penjelasan resmi dari otoritas Mesir mengenai alasan kapal dilarang berlabuh. 

Pihak penyelenggara menyebut keputusan diterima secara mendadak pada hari kapal dijadwalkan tiba, sehingga ribuan penumpang kehilangan kesempatan mengunjungi sejumlah destinasi wisata ikonik di Mesir, termasuk Piramida Giza dan berbagai museum bersejarah.

Scarlet Lady tengah menjalani pelayaran Mediterania yang dimulai dari Athena, Yunani. Kapal mengangkut sekitar 2.000 penumpang wisatawan LGBTQ+, serta sejumlah bintang tamu, termasuk aktris Broadway Patti LuPone yang dijadwalkan tampil selama pelayaran.

Baca Juga: Kapal Komersial Tolak Kawalan Militer AS di Selat Hormuz, Khawatir Jadi Target Serangan

"Pemberitahuan pada pagi hari bahwa kapal tidak diizinkan memasuki perairan Mesir. Perusahaan sebelumnya pernah menjalankan rute serupa tanpa mengalami kendala," ujar Presiden dan CEO Atlantis Events, Rich Campbell, dikutip dari The Guardian, Kamis (16/7).

Otoritas Mesir tidak memberikan alasan resmi terkait penolakan kapal. Kapal mengubah rute perjalanan menuju destinasi lain di Mediterania, termasuk Pulau Kreta (Yunani) dan Montenegro.

Insiden ini sebagai pengalaman pertama dalam 36 tahun sejarah Atlantis Events ketika pelayaran mereka ditolak masuk ke suatu negara karena identitas mayoritas penumpangnya. Tujuan pelayaran murni untuk wisata dan hiburan bukan kegiatan politik atau kampanye tertentu.

Sebelum menuju Mesir, kapal yang sama juga gagal berlabuh di Kuşadası dan Istanbul, Turki. Pemerintah daerah di Turki menyatakan kunjungan dibatalkan karena kelompok penumpang dinilai tidak sejalan dengan nilai moral masyarakat setempat dan memicu kekhawatiran publik.

Perubahan rute dilakukan agar para penumpang tetap dapat menikmati pelayaran meski kehilangan dua destinasi yang semula dijadwalkan. Kasus ini kembali memicu perhatian terhadap kondisi wisatawan LGBTQ+ di sejumlah negara.

Atlantis Events menyatakan akan terus memantau situasi sebelum menyusun rute pelayaran serupa pada masa mendatang.(*)

Editor : Juliana Belence
Scarlet Lady wisatawan LGBTQ+ Mesir turki kapal pesiar