Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Serangan Israel di Pasar Dekat Kamp Nuseirat Tewaskan Delapan Warga Palestina

Antara • Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:01 WIB
Ilustrasi: dampak serangan terbaru Israel di Gaza Palestina. (ANSA)
Ilustrasi: dampak serangan terbaru Israel di Gaza Palestina. (ANSA)

batampos – Sedikitnya delapan warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka setelah serangan militer Israel menghantam sebuah pasar di dekat Kamp Pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah, Jumat (17/7).

Informasi tersebut disampaikan pengelola Kompleks Medis Al-Awda, yang menerima para korban pascaserangan.

"Delapan korban tewas dan 20 korban luka dibawa ke Kompleks Medis Al-Awda setelah serangan Israel menghantam sebuah pasar di dekat Kamp Nuseirat," demikian pernyataan pihak rumah sakit.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah masih rapuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas, dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki, menyepakati pelaksanaan tahap pertama rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Gencatan senjata mulai berlaku sehari kemudian.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel mundur ke wilayah yang dikenal sebagai Garis Kuning (Yellow Line), namun tetap mempertahankan kendali atas lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza.

Meski gencatan senjata telah diberlakukan, serangan bersenjata masih terus terjadi di sejumlah wilayah Gaza.

Menurut otoritas Palestina, lebih dari 1.000 warga Palestina tewas dan sekitar 3.200 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku.

Sementara itu, total korban sejak konflik kembali memanas pada 7 Oktober 2023 telah melampaui 73.000 orang meninggal dunia, dengan lebih dari 173.000 orang dilaporkan terluka, menurut data otoritas Palestina.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari militer Israel terkait serangan yang terjadi di kawasan pasar dekat Kamp Pengungsi Nuseirat tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
Warga Palestina Kamp Nuseirat