Rubio Tuding Iran Jadikan Selat Hormuz Alat Tekanan, AS Tetap Buka Jalur Diplomasi

Antara • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 18:31 WIB
Sebuah kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)
Sebuah kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)

batampos – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menuduh Iran berupaya menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

"Sangat jelas bahwa Iran, setidaknya sebagian pihak di negara itu, ingin menguasai Selat Hormuz dan menjadikannya sebagai alat tekan terhadap dunia," kata Rubio kepada wartawan sebelum bertolak ke Filipina untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri ASEAN, Minggu.

Menurut Rubio, sejumlah pihak di Iran berupaya memanfaatkan kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut sebagai instrumen untuk meningkatkan pengaruh terhadap komunitas internasional.

Ia menegaskan Amerika Serikat akan terus mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga keamanan jalur pelayaran global. Namun, menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di pundak Washington.

"Amerika Serikat akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi pelayaran global, tetapi negara-negara lain juga harus meningkatkan kontribusi mereka, baik berupa peralatan maupun dukungan keuangan, untuk membantu memikul tanggung jawab itu," ujarnya.

Meski melontarkan kritik keras terhadap Iran, Rubio mengatakan pemerintah Amerika Serikat tetap membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa apabila upaya diplomatik tidak membuahkan hasil, situasi tersebut tidak akan menguntungkan bagi Teheran.

Menurut Rubio, pemerintah Iran telah memberikan sinyal ingin kembali membuka dialog dengan Amerika Serikat.

Dalam kesempatan yang sama, Rubio juga menyinggung insiden tewasnya seorang prajurit Amerika Serikat di Irak pada Sabtu. Ia menjelaskan, peristiwa tersebut merupakan kecelakaan yang terjadi saat proses peledakan terkendali terhadap bahan peledak yang belum meledak dari sebuah drone Iran yang sebelumnya berhasil dijatuhkan.

Rubio juga menyebut satu rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Yordania pada Jumat, meskipun sebagian besar rudal lainnya berhasil dicegat.

Ia menambahkan, pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran sebagai respons atas peluncuran rudal dan drone yang, menurut Washington, menargetkan kapal-kapal komersial.

Hingga saat ini, belum terdapat tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait pernyataan Marco Rubio tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
AS Tetap Buka Jalur Diplomasi selat hormuz