Serangan ke Pangkalan AS Tewaskan 3 Tentara, Trump Tegaskan Iran Akan Membayar Mahal

Juliana Belence • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 18:15 WIB
Donald Trump ancam balasan usai serangan tewaskan tentara AS. (x.com/MarioNawfal)
Donald Trump ancam balasan usai serangan tewaskan tentara AS. (x.com/MarioNawfal)

batampos - Hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali berada di titik paling tegang setelah serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania menewaskan personel militer Amerika.

Insiden tersebut memicu reaksi keras dari Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi berat jika terbukti bertanggung jawab.

Pernyataan disampaikan ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat menyusul berakhirnya gencatan senjata singkat. Gedung Putih menyatakan pemerintah Amerika Serikat tengah menyiapkan respons lebih lanjut terhadap serangan yang diklaim dilakukan oleh Iran.

Serangan rudal menghantam Muwaffaq Salti Air Base di Yordania, yang digunakan oleh pasukan Amerika. Serangan tersebut mengenai area tempat tinggal personel militer sehingga menyebabkan korban jiwa dan puluhan lainnya mengalami luka - luka. 

Dua tentara dipastikan tewas, sementara korban lain masih dalam proses identifikasi ketika laporan awal diterbitkan. Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Senin (20/7), Trump menyatakan bahwa Iran harus bertanggung jawab atas serangan. 

Baca Juga: Rubio Tuding Iran Jadikan Selat Hormuz Alat Tekanan, AS Tetap Buka Jalur Diplomasi

"Setiap warga Amerika yang terbunuh akan dibalas dengan konsekuensi yang jauh lebih besar. Pemerintahan tidak akan membiarkan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat berlalu begitu saja," ujar Donald Trump di Truth Social, dikutip dari Reuters.

Trump mengungkapkan telah menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine untuk menyiapkan langkah - langkah militer sebagai respons terhadap Iran. Pemerintah AS disebut terus mengevaluasi berbagai opsi, termasuk peningkatan operasi militer di kawasan Timur Tengah.

Iran membantah bertanggung jawab secara langsung atas sejumlah serangan terhadap pasukan Amerika. Namun, konflik antara kedua negara terus memanas dengan saling melancarkan serangan terhadap target - target militer di kawasan. 

Dalam beberapa hari terakhir, militer AS juga meningkatkan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas yang diklaim terkait dengan kemampuan militer Iran. Meningkatnya eskalasi konflik turut memicu kekhawatiran internasional. 

Jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk, termasuk Selat Hormuz, kembali menjadi perhatian setelah ancaman terhadap kapal - kapal komersial meningkat. 

Kondisi ini memengaruhi stabilitas keamanan regional sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Trump dijadwalkan menghadiri prosesi penghormatan bagi personel militer AS yang gugur di Dover Air Force Base. 

Pemerintah Amerika juga diperkirakan akan membahas strategi lanjutan dalam sidang Kongres, termasuk arah operasi militer dan dampak konflik terhadap kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah.(*)

Editor : Juliana Belence
Yordania amerika serikat serangan donald trump iran